Warna Otot Udang Memutih? Waspada Bahaya White Muscle Syndrome
- Redaktur: Audri Rianto
- 28 Mar
- 2 menit membaca
Ketika Anda sedang mengamati tambak, namun mendapati ada udang yang berenang dengan gerakan tidak biasa, terlihat kaku apalagi otot udang terlihat keruh dengan warna putih susu, maka Anda patut curiga.

Sumber: rexil-asia.com
Sebab, ciri-ciri yang disebutkan menunjukkan adanya indikasi infeksi penyakit White Muscle Syndrome (WMS). Belakangan ini, WMS memang menjadi momok menakutkan bagi petambak, karena tidak hanya menurunkan kualitas panen, penyakit ini juga bisa menimbulkan kematian massal.
Gejala yang Harus Diwaspadai
WMS merupakan penyakit yang fokus menyerang jaringan otot udang, terutama bagian abdomen (perut hingga ekor) maka gejala yang ditimbulkan juga tidak jauh-jauh dari bagian tubuh tersebut.
Otot Putih Keruh
Otot udang yang sehat harusnya berwarna transparan, namun ketika penyakit ini menginfeksi maka otot udang akan berubah menjadi keruh bahkan putih susu. Pada infeksi lanjutan, jaringan otot akan benar-benar mati, membuat udang tidak dapat bergerak sama sekali.
Tubuh Kaku
Saat otot udang mulai berubah warna, biasanya diikuti dengan gerakan yang tidak biasa. Udang akan terlihat sulit berenang, gerakannya kaku dan dapat dilihat langsung secara kasat mata.
Cangkang Keropos
Ketika udang terinfeksi WMS, tidak hanya ototnya yang kaku. Biasanya akan ada gejala lanjutan berupa melunaknya cangkang. Bahkan, jika cangkang disentuh akan terasa lembek dan hancur seolah keropos.
Mengapa WMS Bisa Terjadi?
Dugaan kuat mengapa udang bisa mengalami WMS ialah ulah dari Bakteri Photobacterium damselae subsp. damselae (PDD). Bakteri ini dapat memproduksi racun damselysin yang dapat merusak dan mehancurkan sel otot udang serta melemahkan imunitas.
Selain itu, dasar tambak yang tidak dikontrol dengan baik juga menjadi penyebab bakteri PDD tumbuh subur. Kumpulan kotoran dan lumpur yang tak terkendali menciptakan zona anaerob di dasar tambak, menciptakan lingkungan hidup bagi bakteri patogen.
Keseimbangan mineral juga penting untuk melindungi otot udang dari kerusakan. Cukupi kebutuhan mineral udang, terutama kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan kalium (K) agar otot udang tetap elastis dan proses molting tidak terganggu.
Langkah Penyelamatan dan Pencegahan
Penyakit WMS sebaiknya dicegah sejak awal melalui pendekatan sistemik. Lakukan beberapa langkah di bawah ini.
Sifon dan Manajemen Lumpur
Pastikan lingkungan tambak dalam keadaan stabil terutama dasar kolam. Pastikan lumpur yang menumpuk tidak berlebihan dengan cara membuangnya secara rutin melalui penyiphonan.
Kemiringan dasar tambak juga harus diperhatikan, pastikan kemiringan langsung mengarah ke saluran pembuangan agar pembersihan bisa dilakukan dengan mudah dan efisien.
Suplementasi Mineral Berkala
Kadar mineral dalam tambak harus terus stabil, untuk itu selalu lakukan pengecekan secara berkala, terutama setelah hujan deras atau saat memasuki siklus molting massal.
Aplikasi Imunostimulan
Tambahkan feed additive serta vitamin untuk menguatkan sistem imun udang agar terhindar dari infeksi penyakit dan stres linkungan.
Kesimpulan
Ketika Anda mendapati otot udang berubah warna terutama memutih keruh, maka itu tanda bahwa udang mengalami penyakit White Muscle Syndrome (WMS). Untuk menghindarinya, lakukan beberapa langkah pencegahan yang telah disebutkan agar risiko kerugian bisa diminimalkan.
Baca Juga




Komentar