Peran Downwelling dalam Siklus Oksigen di Dasar Samudra
- Redaktur: Audri Rianto
- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Lautan adalah lingkungan kompleks dengan dua siklus vertikal yang bertugas menjaga kehidupan di dalamnya. Dua siklus yang dimaksud adalah upwelling dan downwelling. Keduanya bekerja secara berlawanan, namun tetap bersinergi satu sama lain.
Upwelling membuat air laut menjadi lebih subur dan produktif, sedangkan downwelling bertugas dalam mempertahankan kadar oksigen di dalam air dan menjaga biota laut tetap hidup.

Sumber: artofit.org
Cara kerja keduanya tentu saja berbeda, upwelling bekerja dengan mengangkat air lapisan dalam yang kaya nutrisi menuju ke permukaan. Sedangkan downwelling bekerja dengan membawa air permukaan yang kaya oksigen menuju ke lapisan dalam perairan dan menyebarkan oksigen hingga ke dasar.
Bisa dikatakan kalau downwelling adalah pompa napas bagi ekosistem di laut dalam. Tanpa adanya downwelling, maka laut bisa mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen. Kondisi ini tentu berbahaya bagi biota laut.
Untuk lebih jelasnya, simak beberapa peran downwelling di bawah ini.
1. Transportasi Oksigen ke Zona Afotik
Permukaan laut termasuk tempat dengan pertukaran gas yang masif. Pertukaran gas ini terjadi antara atmosfer dan air laut yang kemudian membuat air permukaan laut kaya akan oksigen. Ketika downwelling terjadi, air dengan kandungan oksigen yang tinggi akan dibawa masuk ke lapisan dalam, sehingga oksigen akan disebarkan di sana secara merata.
2. Menjaga Respirasi Biota Laut Dalam
Laut dalam merupakan tempat dengan banyak organisme, mulai dari mikroorganisme hingga ikan-ikan laut dalam. Semua organisme ini juga membutuhkan oksigen sama seperti biota laut lainn ya.
Dengan adanya downwelling, oksigen bisa disebarkan sampai lautan terdalam dan memastikan kadarnya berada di level stabil untuk mendukung kehidupan para organisme yang ada di sana.
3. Menghindari Kondisi Anoksia
Ketika downwelling tidak terjadi dengan stabil, maka suplai oksigen ke dalam laut akan terganggu. Sementara itu, bahan organik dari permukaan tetap masuk ke dalam dan ini membutuhkan oksigen untuk proses dekomposisi.
Suplai oksigen terganggu ditambah dengan proses dekomposisi yang juga menyerap oksigen, membuat cadangan oksigen di dalam laut semakin menipis dan memicu kondisi anoksik (benar-benar kehabisan oksigen). Ini akan membuat banyak biota laut mati massal dan produksi gas beracun seperti hidrogen sulfida semakin masif.
4. Kaitan dengan Sirkulasi Termohalin
Downwelling erat kaitannya dengan siklus termohalin yang berperan dalam keseimbangan ekosistem laut. Contohnya seperti di wilayah kutub yang mana air permukaan menjadi sangat dingin dan asin, kemudian tenggelam ke dasar laut.
Air yang tenggelam tadi akan mengangkut oksigen dari atmosfer dan menyebarkannya ke seluruh cekungan samudra, membuat siklus oksigen kutub dan ekosistem dasar laut terhubung satu sama lain.
Secara singkat, bisa dikatakan downwelling merupakan mekanisme vital yang mencegah dasar laut menjadi zona mati. Downwelling memastikan dasar laut menjadi ruang yang memiliki cukup oksigen demi mendukung rantai kehidupan yang ada di sana.
Baca Juga
