top of page

Memahami Downwelling dan Perbedannya dengan Upwelling

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 7 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Beberapa waktu lalu, kami sudah cukup banyak menerbitkan artikel mengenai upwelling dan dapat disimpulkan bahwa upwelling dapat meningkatkan kesuburan dan produktifitas laut.

 

Adanya upwelling membuat suatu perairan menjadi zona penangkapan ikan yang strategis dan itu menjadi berkah bagi nelayan dan pelaku usaha penangkapan ikan.


 

Peristiwa upwelling ternyata ada kebalikannya yang disebut dengan downwelling. Fenomena downwelling memang jarang didengar oleh orang-orang, terutama pelaku usaha penangkapan ikan karena memang jarang terjadi.

 

Apa Itu Downwelling?

Kalau upwelling adalah pergerakan air dari dalam ke atas, downwelling adalah kebalikannya, yaitu pergerakan air permukaan menuju ke bawah. Kejadian ini biasanya karena penumpukan massa air di permukaan yang didorong oleh angin.

 

Mekanismenya adalah air permukaan didorong angin menuju ke pantai atau bertemu dengan arus lainnya yang kemudian bertabrakan dan membentuk tumpukan air. Selanjutnya, tumpukan air tadi bergerak menuju ke lapisan bawah.

 

Dari cara terbentuknya sudah sangat berbeda dengan upwelling, maka parameter lainnya juga akan mengalami perbedaan yang signifikan.

 

Kandungan Nutrisi

Kalau upwelling membuat air menjadi lebih subur karena kandungan nutrisinya meningkat, berbeda dengan downwelling yang tidak memicu peningkatan nutrien di perairan.

 

Air permukaan memang cenderung tidak kaya nutrisi, jadi saat mengalami pergerakan ke bawah, tidak akan mempengaruhi kandungan nutrisi air di lapisan bawah.

 

Produktivitas Biologi

Upwelling memicu peningkatan produktivitas biologi di permukaan air, lewat kandungan nutrisinya yang tinggi membuat fitoplankton tumbuh subur. Downwelling tidak akan memicu pertumbuhan fitoplankton, karena tidak punya cukup kandungan nutrisi di permukaan air, sehingga terkesan tidak ada aktivitas biologi yang terbentuk.

 

Perubahan Suhu

Upwelling cenderung membuat air permukaan menjadi lebih dingin yang terkadang bisa memicu stres bagi biota laut lewat perubahan suhu yang signifikan dan tiba-tiba.

 

Penurunan suhu semacam itu sangat tidak mungkin terjadi pada downwelling, fenomena ini justru membuat suhu air lapisan bawah menjadi lebih hangat, membuat suhu air lebih homogen dari permukaan sampai ke lapisan dalam.

 

Kadar Oksigen Terlarut

Upwelling memicu penurunan kadar oksigen terlarut di permukaan air, karena air lapisan bawah yang naik adalah kumpulan massa air yang minim oksigen.

 

Hal itu tidak terjadi pada downwelling, karena air permukaan yang masuk ke dalam adalah air dengan kandungan oksigen lebih tinggi, sehingga membuat air di lapisan bawah mendapat tambahan oksigen. Kondisi ini akan memperbaiki proses dekomposisi bahan organik yang terjadi pada air lapisan bawah.

 

Mengapa Fenomena Ini Sangat Penting?

Upwelling dan downwellng adalah dua fenomena yang sangat dibutuhkan laut, karena peran keduanya sangat penting. Tanpa upwelling, perairan laut akan kehabisan nutrisi yang akan mempengaruhi populasi ikan.

 

Sebaliknya, tanpa downwelling lapisan laut dalam akan sulit mendapatkan oksigen yang cukup, dan itu sangat membahayakan kehidupan biota laut yang tinggal di sana.



Baca Juga

Komentar


bottom of page