Sisi Gelap Upwelling, Bisa Membuat Ikan Mati Massal
- Redaktur: Audri Rianto
- 4 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Upwelling merupakan fenomena laut yang dianggap menjadi berkah bagi para nelayan, karena terbukti dapat meningkatkan hasil tangkapan. Upwelling bekerja dengan cara membuat air laut menjadi lebih subur untuk pertumbuhan fitoplankton.
Ketika populasi fitoplankton mengalami ledakan, maka ikan-ikan akan berdatangan untuk makan. Di sinilah kesempatan nelayan untuk memanen ikan-ikan yang sudah berkumpul.

Sumber: okezone.com
Meski sering sekali memberikan dampak positif terhadap perekonomian para nelayan, nyatanya upwelling juga bisa memberikan dampak negatif bagi ikan. Dampak paling buruk yang bisa disebabkan oleh upwelling adalah kematian ikan secara massal.
Bagaimana suatu fenomena yang biasa membuat laut produktif, secara mendadak juga bisa membuat ikan-ikan mati massal?
Penyebab Utama Kematian Ikan Akibat Upwelling
Ikan mengalami mati massal akibat upwelling biasanya karena kaget dengan perubahan lingkungan. Air dasar yang naik ke permukaan punya karakteristik kimiawi yang berbeda jauh dengan air permukaan.
Sering kali perbedaan tersebut memicu perubahan lingkungan yang mendadak dan drastis, membuat biota laut belum siap menghadapi perubahan tersebut dan pada akhirnya mati perlahan. Apa saja perubahan lingkungan yang bisa terjadi karena upwelling?
1. Penurunan Kadar Oksigen Terlarut (Hipoksia)
Air lapisan bawah biasanya punya kadar oksigen yang lebih rendah dari air permukaan. Ketika air permukaan bergeser dan diganti dengan air lapisan bawah, tentu kadar oksigennya juga akan mengalami perubahan.
Air permukaan jadi miskin oksigen, akibat dari penurunan DO yang drastis hingga membuat ikan-ikan mengalami hipoksia. Jika penurunan jauh di bawah batas toleransi ikan, maka mereka akan kesulitan bernapas dan pada akhirnya mati.
2. Ledakan Alga Beracun
Nutrisi yang dibawa oleh air bagian dalam membuat perairan menjadi subur dan memicu pertumbuhan fitoplankton secara masif.
Sayangnya, pada beberapa kasus fitoplankton yang tumbuh bisa saja dari jenis alga beracun yang bisa mengganggu sistem pernapasan ikan. Saat insang ikan mengalami kerusakan, maka ikan tidak bisa bernapas dengan baik dan akhirnya mati.
3. Paparan Hidrogen Sulfida (H2S)
Air dari lapisan bawah identik dengan akumulasi bahan organik yang sudah mengalami penguraian secara anaerob.
Penguraian tanpa oksigen ini menghasilkan gas beracun seperti hidrogen sulfida. Ketika upwelling terjadi, air dengan kandungan gas beracun ini akan naik ke permukaan, membuat gas menyebar lebih jauh hingga meracuni ikan.
4. Perubahan pH Air yang Ekstrim
Penguraian bahan organik dari dasar laut juga banyak melepaskan karbondioksida yang membuat air menjadi lebih asam.
Saat air dengan pH rendah ini naik ke permukaan, otomatis akan mengganggu keseimbangan lingkungan sekitar. Hal ini tentu akan mengganggu metabolisme ikan bahkan membuat mereka mati.
Penutup
Bisa dikatakan bahwa upwelling termasuk fenomena yang kompleks, sebab meskipun sering menjadi bahan bakar dalam meningkatkan produktivitas laut, ternyata upwelling juga bisa membuat kualitas air mengalami degradasi yang masif hingga menyebabkan kematian ikan secara massal.
Baca Juga




Komentar