top of page

Mengenal Upwelling dan Mekanisme Terjadinya di Pesisir Laut

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 8 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Dalam budidaya udang, tambak yang kelebihan nutrien sangat tidak dianjurkan, karena bisa meningkatkan risiko blooming alga.


Kondisi tersebut bukanlah kondisi yang menguntungkan untuk udang, karena bisa membuat lingkungan tambak dipenuhi gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida.


Sumber: pxhere.com

 

Namun, jika peningkatan nutrien ini terjadi di laut, justru malah menjadi berkah untuk nelayan. Biasanya, air laut akan mengalami peningkatan nutrien ketika terjadi peristiwa upwelling.

 

Apa itu upwelling?

Upwelling adalah peristiwa pembalikan air laut secara alami. Sederhananya, air permukaan bergerak menjauh karena beberapa faktor dan untuk mengisi kekosongan di permukaan, air dari lapisan dalam yang lebih dingin dan kaya nutrien naik ke atas.

 

Nutrien yang naik ke permukaan membuat populasi fitoplankton meningkat pesat. Kita tahu ikan-ikan laut sangat suka makan fitoplankton, jadi semakin banyak populasi fitoplankton, maka semakin banyak ikan yang datang ke tempat itu.

 

Bisa dikatakan upwelling membuat suatu perairan menjadi lebih produktif, karena plankton dan ikan-ikan akan berkumpul di sana.

 

Mekanisme Terjadinya Upwelling di Pesisir

Upwelling tidak terjadi secara kebetulan, artinya ada banyak interaksi yang terjadi, terutama pada tiga faktor seperti angin, arus dan rotasi bumi. Berikut penjelasan singkat mengenai mekanisme terbentuknya upwelling.


1. Peran Angin dan Transpor Ekman

Upwelling bisa terjadi dimulai dari hembusan air yang sejajar dengan garis pantai. Biasanya, hembusan yang terjadi memiliki durasi yang lama yang kemudian membuat air bergerak.

 

Pergerakan air tersebut kemudian dipengaruhi oleh rotasi bumi, membuatnya berbelok menjauhi pantai. Pembelokan massa air ini disebut dengan Transpor Ekman.

 

2. Kekosongan Massa Air (Divergensi)

Air permukaan yang bergerak menjauhi pantai tadi akan mengarah ke laut lepas, akibatnya terjadi kekosongan massa air di area asal.

 

3. Pengangkatan Massa Air Dalam

Tempat kosong ini tidak akan bertahan lama, artinya massa air yang ada di lapisan bawah akan bergerak ke atas secara otomatis. Air dari lapisan bawah ini biasanya memiliki suhu yang lebih dingin dan kadar nutrisi lebih tinggi yang sangat disukai fitoplankton.

 

Dampak Positif Upwelling

Upwelling sangat disukai oleh nelayan dan seringkali menjadi berkah mereka, karena fenomena ini membuat perairan menjadi daerah tangkapan ikan yang produktif.

 

Nutrien yang naik ke permukaan, membuat perairan menjadi kaya akan fitoplankton (blooming) yang kemudian memancing ikan-ikan untuk ke sana dan membentuk rantai makanan.

 

Ikan-ikan kecil akan memakan fitoplankton yang ada dan kumpulan ikan-ikan kecil ini juga akan mengundang ikan-ikan yang lebih besar.

 

Berkumpulnya ikan dengan beragam ukuran menjadi berkah bagi nelayan. Bahkan, menurut data upwelling telah menyumbang hampir 50% tangkapan ikan di dunia, padahal wilayah yang mengalami fenomena itu hanya 1% dari total luas lautan dunia.

 

Penutup

Dari dampak positif yang diberikan, upwelling bisa dikatakan sebagai fenomena kelautan yang menguntungkan. Namun, tetap perlu diwaspadai, sebab ketika terjadi terlalu intens bisa membuat air laut mengalami penurunan suhu yang ekstrem.

 

Penurunan suhu yang drastis ini bagi sebagian spesies ikan dapat memicu thermal shock dan berakhir pada kematian massal.



Baca Juga

Komentar


bottom of page