Daftar Ikan Endemik Indonesia yang Terancam Punah Akibat Spesies Invasif
- Redaktur: Audri Rianto
- 3 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Berbicara mengenai keanekaragaman hayati, Indonesia bisa dikatakan sebagai juaranya. Pasalnya, hampir seluruh daerah di Indonesia, terdapat banyak sekali spesies endemik. Dari spesies ikan saja, Indonesia punya banyak ikan lokal yang jarang sekali dimiliki negara lain.
Sayangnya, kekayaan ini ternyata sedang menghadapi ancaman serius yang berupa kepunahan lokal. Beberapa spesies ikan endemik yang ada di perairan Indonesia terancam punah akibat adanya ikan invasif yang merusak dan mengganggu keseimbangan ekosistem.
Ancaman Spesies Invasif terhadap Ikan Endemik
Spesies invasif di perairan Indonesia kerap kali menimbulkan masalah, terutama terhadap penurunan populasi ikan endemik. Spesies invasif adalah spesies yang berasal dari luar habitat, namun karena suatu hal, spesies tersebut bisa masuk dan berkembang pesat tak terkendali, hingga membuat perubahan pada habitat tersebut.
Salah satu spesies invasif yang paling terkenal di Indonesia adalah ikan sapu-sapu. Ikan yang berasal dari Amerika Selatan ini sudah ada di hampir seluruh sungai yang ada di Indonesia.
Kepunahan Lokal
Maksud dari kepunahan lokal adalah ketika suatu spesies hilang dari habitat aslinya, meskipun masih ada kemungkinan spesies tersebut ditemukan di wilayah lain.
Kepunahan lokal yang terjadi di perairan Indonesia seringnya terjadi karena adanya perubahan kondisi lingkungan, seperti masifnya pencemaran atau karena dominasi dari spesies invasif yang lebih agresif dan adaptif.
Daftar Ikan Endemik Indonesia yang Terancam
Ada beberapa spesies ikan endemik yang saat ini sudah terancam punah. Penurunan populasinya disinyalir karena masuknya spesies invasif ke dalam habitat yang kemudian mendominasi secara tak terkendali.
1. Ikan Depik (Rasbora tawarensis) – Danau Laut Tawar, Aceh

Sumber: tribunnews.com
Ikan depik adalah ikan endemik yang hanya ada di Danau Laut Tawar, Aceh Tengah. Ikan dengan ukuran kecil ini (±5–8 cm) punya ciri fisik berupa warna tubuh yang keperakan dan bentuk tubuhnya yang ramping. Menurunnya populasi ikan ini salah satunya disebabkan oleh dominasi ikan nila.
2. Ikan Sidat Danau Poso (Anguilla celebensis) – Sulawesi Tengah

Sumber: tribunnews.com
Ikan sidat jenis ini hanya bisa dijumpai di Danau Poso, Sulawesi Tengah. Ikan ini memiliki laju pertumbuhan yang lambat, serta sangat rentan terhadap tekanan lingkungan dan eksploitasi berlebihan.
Salah satu tekanan lingkungan berasal dari dominasi ikan invasif yang membuatnya kalah saing dalam memperebutkan pakan dan ruang hidup. Apalagi, ikan ini juga sering dijadikan target utama tangkapan warga yang kemudian membuat populasinya semakin menurun drastis.
3. Ikan Adrianichthys oophorus – Sulawesi Tengah

Sumber: fischhobby.de
Ikan Adrianichthys oophorus atau dikenal dengan sebutan gobi pembawa telur juga termasuk ikan endemik di Danau Poso. Ikan ini ukurannya sangat kecil, sehingga sangat mungkin untuk dijadikan mangsa atau target utama dari ikan predator invasif yang ada di sana.
4. Ikan Batak (Neolissochilus thienemanni) – Sumatra Utara

Sumber: mongabay.co.id
Danau Toba merupakan habitat asli dari ikan ini. Dulunya, ikan ini sering dijadikan sebagai menu utama acara adat, bahkan raja-raja terdahulu sangat menyukai ikan ini. Saat ini, ikan batak sudah sangat sulit ditemukan. Penurunan populasi ikan ini disebabkan oleh degradasi danau akibat aktivitas manusia, serta dominasi ikan invasif seperti Red Devil.
5. Ikan Rainbow Sentani (Chilatherina sentaniensis) – Papua

Sumber: kawanhewan.com
Ikan yang berasal dari Danau Sentani, Papua ini dikenal memiliki warna merah menyala di tubuhnya yang terlihat indah. Ikan ini sangat populer di kalangan pecinta aquascape karena keindahan tubuhnya. Ikan ini sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, terutama yang berkaitan dengan penurunan kualitas air.
Baca Juga




Komentar