top of page

Ikan Sapu-Sapu Menguasai Sungai, Alarm Bahaya bagi Ekosistem Perairan

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Siapa yang tak kenal ikan sapu-sapu? Hampir semua orang di Indonesia kenal dengan ikan sapu-sapu, karena ia sangat gampang dijumpai di perairan Indonesia. Belum lagi, beberapa orang juga memeliharanya di dalam akuarium sebagai asisten pembersih lumut.


 

Dari awal kemunculannya, ikan sapu-sapu memang diperuntukkan sebagai ikan hias yang dipelihara di dalam akuarium. Entah apa yang terjadi hingga akhirnya ikan sapu-sapu bisa berada di sungai-sungai Indonesia. Kemunculan ikan sapu-sapu ke perairan Indonesia saat ini telah menjadi masalah ekologis yang serius.

 

Asal Usul Ikan Sapu-Sapu

Jika dilihat dari asalnya, ikan sapu-sapu ini berasal dari daerah yang jauh dari Indonesia, tepatnya dari Sungai Amazon, Amerika Selatan. Dengan daya adaptasinya yang tinggi dan kegemarannya memakan lumut, jadilah ikan sapu-sapu ini diperjual belikan sebagai ikan hias ke berbagai negara termasuk Indonesia.

 

Sayangnya, tak sedikit pemelihara yang kemudian memutuskan untuk melepasnya ke perairan lepas, seperti sungai dan danau. Akibatnya, populasi ikan sapu-sapu di perairan Indonesia saat ini sudah masuk ke dalam kategori tak terkendali.

 

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Spesies Invasif?

Karena ikan sapu-sapu bukan asli Indonesia, ketika dilepaskan ke lingkungan baru, maka tidak ada predator alami yang bisa mengendalikan populasinya. Selain itu, tingkat reproduksinya juga sangat cepat serta bisa hidup di lingkungan ekstrem, membuat populasinya semakin sulit untuk dikontrol.

 

Sungai Ciliwung menjadi salah satu sungai yang sudah dominasi ikan sapu-sapu. Populasinya terus bertambah dan semakin menekan ikan lokal yang ada di sana.

 

Dampak pada Ekosistem Sungai

Invasi ikan sapu-sapu di sungai Indonesia ternyata memberikan dampak yang sangat kompleks dan serius, seperti:


1. Penurunan Keanekaragaman Hayati

Ketika sapu-sapu mendominasi, maka ruang untuk hidup dan pasokan makanan akan dikuasai olehnya. Akhirnya, ikan lokal yang ada di perairan tersebut menjadi kalah saing, tidak mendapatkan ruang hidup dan makanan yang cukup. Akibatnya, populasi ikan lokal semakin sedikit jumlahnya.

 

2. Perubahan Struktur Habitat

Cara hidup ikan sapu-sapu agak unik, mereka akan menggali lubang di dasar dan pinggiran sungai untuk tempat bertelur dan berlindung. Ternyata, perilaku ini bisa mempercepat sedimentasi dan membuat air semakin keruh. Akibat dari kebiasannya ini, struktur habitat sungai bisa berubah total, membuat organisme yang lebih dulu tinggal di sana sulit beradaptasi.

 

3. Gangguan Rantai Makanan

Dominasi sapu-sapu juga mempengaruhi rantai makanan di suatu perairan. Ia akan memangsa telur dan larva ikan lokal sehingga memengaruhi ketersediaan makanan bagi predator alami. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan dalam fungsi ekosistem secara keseluruhan.

 

4. Dampak Sosial dan Ekonomi

Ikan sapu-sapu yang semakin tak terkendali jumlahnya, membuat ikan target tangkapan nelayan menurun populasinya. Akhirnya, hasil tangkapan nelayan juga ikut turun, begitu juga dengan pendapatannya. Bisa dikatakan bahwa dominasi ikan sapu-sapu membuat nelayan terancam kehilangan mata pencaharian.


Apalagi ikan sapu-sapu tidak punya nilai ekonomis yang sama dengan ikan lokal, sehingga tidak bisa dijadikan komoditi tangkapan pengganti.



Baca Juga

 

Komentar


bottom of page