EHP dan Kaitannya dengan Penyakit Berak Putih pada Udang Vaname
- Redaktur: Audri Rianto
- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Dalam budidaya udang, infeksi penyakit masih menjadi tantangan berat bagi petambak. Sekali saja udang terkena penyakit, potensi kerugiannya tentu sangat besar. Apalagi ada beberapa penyakit yang bisa membuat udang mati massal, tentu kerugiannya yang ditimbulkan akan lebih besar lagi.

Sumber: caracek.net
Salah satu penyakit yang sampai saat ini masih sering menghantui petambak adalah penyakit berak putih (White Feces Disease). Penyakit ini masih berkaitan secara erat dengan parasit EHP (Enterocytozoon hepatopenaei).
Apa Itu EHP pada Udang Vaname?
EHP (Enterocytozoon hepatopenaei) adalah parasit microsporidia yang secara spesifik menyerang hepatopankreas udang, membuat sistem pencernaannya menjadi kacau. EHP bekerja perlahan, namun daya rusaknya tinggi.
Efek yang ditimbulkan dari infeksi parasit ini adalah penyerapan nutrisi menjadi terhambat, membuat udang stunting atau tidak mau besar. Selain itu, parasit ini juga mudah menyebar dari udang satu ke udang yang lainnya melalui spora yang disebarkan melalui kotoran.
Kaitan Antara EHP dan Penyakit Berak Putih (WFD)
Sejatinya, EHP bukanlah penyebab utama dari penyakit berak putih pada udang. Ia hanyalah pemicu awal yang membuat sistem imun udang menurun dan memberikan kesempatan bagi patogen untuk melakukan infeksi lanjutan.
Saat EHP menyerang hepatopankreas, organ tersebut akan rusak secara massif. Kondisi pencernaan udang yang lemah membuat bakteri vibrio dengan mudah menginfeksi udang, Kombo antara EHP dan vibrio inilah yang kemudian membuat udang mengeluarkan kotoran berwarna putih.
Gejala Klinis
Gejala yang ditimbulkan dari kombinasi infeksi EHP dan vibrio yang dapat dilihat secara langsung adalah:
Kotoran berwarna putih terlihat mengapung di permukaan air, biasanya mengumpul di pojok kolam tambak atau area kincir.
Pertumbuhan yang terganggu membuat udang dalam satu kolam tidak konsisten ukurannya, ada yang besar ada yang kecil.
Udang terlihat tidak aktif berenang, lesu karena nafsu makannya menurun.
Konversi pakan membengkak, pemberian pakan menjadi boros sebab udang tetap makan dalam jumlah yang sama, tapi pertumbuhannya tidak bertambah.
Strategi Pencegahan dan Manajemen
EHP tidak bisa diobati, maka satu-satunya cara efektif ialah dengan mencegah infeksinya.
Biosekuriti Ketat: Menggunakan benur bersertifikat yang menyatakan benur bebas dari patogen spesifik, serta gunakan peralatan yang steril (tidak mengandung spora EHP)
Persiapan Lahan yang Sempurna: Sebelum digunakan, tambak sebaiknya disterilkan dulu supaya patogen dan spora yang tertinggal di dalam tanah tambak mati dengan sempurna.
Manajemen Kualitas Air: Lakukan siphon rutin untuk membuang limbah organik yang menjadi media tumbuh bakteri Vibrio.
Aplikasi Probiotik: Gunakan bakteri baik seperti Bacillus atau Lactobacillus melalui air dan pakan untuk menekan dominasi patogen di saluran pencernaan udang.
Kaitan antara EHP dan WFD menunjukkan betapa pentingnya menjaga kesehatan pencernaan udang sejak dini. Dengan manajemen lingkungan yang bersih dan pemilihan benur yang berkualitas, risiko serangan kedua patogen ini dapat diminimalisir secara signifikan.
Baca Juga




Komentar