top of page

Inovasi Budidaya Udang di China, Dari Tambak Terbuka ke Teknologi "Air Dome"

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 52 menit yang lalu
  • 3 menit membaca

Dalam dunia perikanan, sektor budidaya udang termasuk yang paling utama. Banyak negara yang membudidyakan udang demi memenuhi permintaan global, karena memang udang sangat diminati hampir di seluruh dunia.

 

Dari sekian banyak negara yang rutin menghasilkan udang, China adalah salah satu negara yang rutin menciptakan inovasi.


Gebrakan yang dibuat China kali ini adalah teknologi Air Dome atau kubah udara yang digadang-gadang akan menjadi solusi untuk menangani segala permasalahan pada budidaya udang sistem terbuka.


 

Tantangan Budidaya Udang Vaname

Membudidayakan udang ini memang banyak tantangannya, apalagi udang vaname yang dikenal sensitif terhadap perubahan lingkungan. Paling utama, ia butuh suhu air yang stabil di angka 26 – 33 °C untuk terus produktif.

 

Pada sistem terbuka, mempertahankan suhu di kisaran tersebut terbilang gampang-gampang susah, karena tambak akan langsung berhadapan dengan lingkungan yang keadaannya bisa saja berubah-ubah di sepanjang hari.

 

Apalagi saat cuaca buruk, entah itu musim hujan atau kemarau akan sangat berdampak pada udang, terutama meningkatkan risiko infeksi penyakit.

 

Perjalanan Inovasi Budidaya Udang di China

Awalnya, sekitar 70% budidaya udang di China itu dilakukan di tambak terbuka. Tapi, karena adanya permasalahan seperti yang disebutkan di atas, China kemudian mencoba membudidayakan udang vaname di Greenhouse.

 

Dengan sistem itu, memang suhu lingkungan tambak menjadi lebih stabil dan gampang diatur. Sayangnya, energi yang dikeluarkan sangat boros, membuat biaya listrik membengkak.

 

Saat musim panas tiba, suhu di Greenhouse jadi gampang melonjak bahkan bisa sampai 60 °C, membuat air tambak panas dan itu sangat membahayakan udang.

 

Apa Itu Teknologi Air Dome?

Setelah menghadapi masalah baru pada sistem budidaya Greenhouse, China kembali menciptakan inovasi, yaitu budidaya udang di Air Dome.

 

Secara garis besar, Air Dome sebenarnya adalah tenda raksasa yang bisa berdiri tegak karena adanya tekanan udara internal yang dihasilkan oleh blower.

 

Air Dome membuat ekosistem budidaya udang sepenuhnya tertutup, sehingga biosekuriti lebih baik, menurunkan risiko masuknya patogen dari luar.

 

Keunggulan Utama Air Dome dibanding Greenhouse

Beberapa perusahaan akuakultur mulai menerapkan teknologi ini, termasuk Minsheng Aquaculture Group di Shandong. Dari uji coba yang mereka lakukan, Air Dome ternyata punya keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan Greenhouse.


1. Stabilitas Suhu yang Luar Biasa 

Budidaya udang di sistem Greenhouse masih bisa mengalami fluktuasi suhu harian sampai 24 ℃, sementara pada Air Dome perubahan suhu hanya 2,9 ℃. Artinya, suhu pada Air Dome dinilai lebih stabil dan itu sangat baik untuk udang, membuat sistem imunnya lebih terjaga.


2. Pertumbuhan 13% Lebih Cepat 

Menurut data yang mereka peroleh, udang yang dibudidayakan di Air Dome lebih cepat tumbuh, yaitu 13,41% lebih cepat. Ini tentu kabar baik bagi pembudidaya, karena panen bisa lebih cepat.


3. Lingkungan Kerja yang Manusiawi 

Karena suhu ruangan yang lebih terjaga dan stabil, para pekerja juga akan lebih nyaman untuk bekerja. Pemantauan yang dilakukan akan lebih maksimal, karena pekerja bisa berlama-lama di sana tanpa harus melawan panas udara yang menyengat.

 

Kekurangan

Dari segi kinerja, Air Dome tidak memiliki kekurangan. Lingkungan yang dihasilkan lebih terjaga, membuat udang jarang stres sampai-sampai bisa tumbuh lebih cepat. Kelemahan dari sistem ini cuma satu, yaitu biaya pembangunan di awal yang mahal.

 

Kalau untuk petambak kecil, membangun sistem ini tentu tidak sepadan karena modal yang dikeluarkan bisa lebih besar dari hasil yang didapat. Tapi kalau sekelas perusahaan besar, apalagi berbasis pemerintahan tentu sangat cocok mengadopsi teknologi ini.



Baca Juga

Komentar


bottom of page