top of page

Hal yang Paling Ditakutkan Saat Tambak Mengalami Blooming Alga

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Indonesia saat ini dilanda musim kemarau yang cukup panjang akibat adanya El Nino Godzilla. Bagi petambak, ini termasuk malapetaka, karena ekosistem tambak rawan mengalami degradasi. Saat kemarau, air tambak bisa mengalami eutrofikasi atau pengayaan nutrien karena penguapan air yang berlebih.

 

Risiko dari eutrofikasi adalah blooming alga. Kadang petambak bisa terkecoh oleh blooming alga, dikira tambak dalam keadaan subur karena air tampak hijau, padahal itu adalah bom waktu.

 

Blooming alga sendiri bisa membuat mimpi buruk petambak menjadi kenyataan, berikut ini daftar peristiwa paling ditakutkan saat tambak mengalami blooming alga.


 

Oksigen Anjlok Saat Malam

Ketika siang, blooming alga cenderung tidak memicu pengurangan oksigen karena alga akan menghasilkan oksigen secara alami dari fotosintesis. Ini yang kadang membuat petambak santai dan tidak merasa khawatir.

 

Nah, ketika malam tiba, saat petambak tidak memperhatikan tambaknya, di sinilah mulai terkuak tipu daya dari blooming alga. Di sini alga akan berhenti memproduksi oksigen, sebaliknya ia juga turut menyerap oksigen untuk bernapas.

 

Karena jumlahnya banyak, maka penyerapan oksigen juga terjadi secara masif. Kadar oksigen tambak menurun, di saat bersamaan udang juga butuh oksigen untuk bernapas. Karena kekurangan oksigen, udang bisa saja mati mendadak secara massal.

 

pH Tidak Stabil

Ketika alga mendominasi air tambak, maka efeknya adalah fluktuasi tambak akan sering terjadi. Fluktuasi yang dihasilkan juga tergolong ekstrem, karena di siang hari pH bisa sangat tinggi, yaitu lebih dari 9 dan saat malam hari pH bisa sangat rendah.

 

Goncangan pH air ini bisa membuat udang stres hingga tak nafsu makan. Tidak hanya itu, toksisitas amonia juga akan meningkat jika kondisi ini terjadi berulang.

 

Crash Alga

Crash alga adalah peristiwa matinya alga dalam jumlah banyak secara bersamaan. Akibat yang ditimbulkan adalah terjadinya dekomposisi besar-besaran yang membutuhkan banyak oksigen. Dampaknya, oksigen jadi rendah dan toksisitas amonia dan hidrogen sulfida meningkat pesat. Tambak pun menjadi tempat paling beracun untuk udang.

 

Air Semakin Beracun

Kenaikan amonia dan hidrogen sulfida bukanlah satu-satunya penyebab ekosistem tambak jadi beracun. Ada beberapa jenis alga yang memang punya kemampuan untuk memproduksi racun berbahaya, contohnya adalah cyanobacteria.

 

Jika blooming alga didominasi oleh alga itu, maka tingkat keracunan yang dialami udang bisa dua kali lipat dan risiko kematian massal pada udang akan semakin nyata.

 

Langkah Pencegahan Blooming Alga

Agar blooming alga tidak melanda tambak, maka perlu dilakukan pencegahan yang presisi. Karena penyebab utamanya eutrofikasi, maka fokuslah untuk mencegah agar pengayaan nutrien dalam air tidak terjadi.

 

1. Memberi Pakan Sesuai Kebutuhan

Eutrofikasi bisa disebabkan oleh terlalu banyak sisa pakan yang menumpuk dan membusuk di dasar tambak. Cara mengatasinya, jangan lakukan overfeeding. Beri pakan secukupnya, jangan melebihi apa yang udang butuhkan.

 

2. Maksimalkan Aerasi

Pastikan jumlah kincir dan posisinya tepat, agar aerasi yang tercipta lebih maksimal. Oksigen yang tersedia dengan baik dapat membantu dekomposisi bahan organik secara sempurna, tanpa membuat nutrien menumpuk terlalu banyak di tambak.

 

3. Siphon Dasar Tambak

Dasar tambak harus rutin dibersihkan, karena di sana tempat menumpuk limbah organik dari berbagai sumber. Limbah ini kaya nutrisi, dengan membuangnya secara rutin melalui siphon, maka eutrofikasi dapat dicegah dengan baik.



Baca Juga

Komentar


bottom of page