top of page

Waspada! Kemarau Bisa Memicu Blooming Alga pada Tambak

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 3 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Musim kemarau tiba dan di tahun ini sepertinya kemarau akan terasa lebih panjang karena ada fenomena yang disebut dengan El Nino Godzilla. Dari dulu, kemarau sudah menjadi momok menakutkan bagi petambak karena bisa membuat kualitas air tidak stabil.


 

Lebih parahnya lagi, kemarau juga bisa memicu blooming alga. Apa itu blooming alga? Kondisi air tambak dipenuhi alga secara masif sampai-sampai membuat warna air berubah menjadi hijau pekat.


Alga memang memiliki manfaat bagi tambak, karena bisa menjadi sumber makanan alami untuk udang.

 

Tapi, kalau jumlahnya sudah membludak tidak karuan, tentu bisa membahayakan tambak dan udang.

 

Mengapa Musim Kemarau Memicu Blooming Alga?

Ketika kemarau, ada tiga kombinasi faktor lingkungan yang membuat blooming alga bisa terjadi. Ketika faktor lingkungan tersebut adalah intensitas cahaya, eutrofikasi dan minimnya sirkulasi air.

 

  1. Intensitas Cahaya dan Suhu Tinggi 

Saat kemarau sudah pasti matahari akan sangat terik, intensitas cahaya meningkat membuat suhu air tambak naik drastis. Kombinasi ini sangat disukai alga, membuatnya berfotosintesis dan berkembang lebih cepat.


  1. Proses Eutrofikasi akibat Penguapan 

Suhu panas identik dengan penguapan air yang tinggi, hal inilah yang kemudian membuat volume air tambak menurun. Air yang semakin sedikit jumlahnya akan meningkatkan konsentrasi nutrien dalam air yang disebut eutrofikasi. Sumber nutrisi yang meningkat tajam ini membuat alga tumbuh lebih subur dari biasanya.


  1. Minimnya Sirkulasi Air 

Saat kemarau, tambak akan jarang bahkan tidak pernah melakukan pergantian air karena tidak ada air hujan yang masuk. Tidak ada air baru yang masuk, ditambak dengan nutrien yang terus terakumulasi, membuat lingkungan tambak menjadi statis. Lingkungan seperti ini adalah lingkungan kesukaan alga, membuatnya terus tumbuh sampai tidak terkendali.

 

Dampak Negatif Blooming Alga bagi Udang

Kalau jumlahnya terukur dan terkendali, alga berfungsi sebagai produsen oksigen dan pakan alami, tapi saat populasinya sudah tidak terkontrol, malah akan merusak lingkungan tambak. Beberapa dampak negatif yang bisa timbul akibat blooming alga adalah:


  • Fluktuasi Oksigen Terlarut (DO) yang Ekstrem 

Kadar oksigen jadi tidak menentu, memang saat siang tambak akan kaya dengan oksigen. Tapi, saat malam hari oksigen juga akan menurun secara masif, karena alga yang banyak jumlahnya tadi juga melakukan respirasi dengan menyerap oksigen. Di saat seperti ini udang jadi rawan stres bahkan mati karena kekurangan oksigen secara ekstrem.


  • Risiko Algae Crash

Ada kalanya alga akan mati, namun yang bikin ngeri adalah ketika mereka mati secara massal dalam jumlah yang banyak. Proses pembusukannya ini yang sangat mengkhawatirkan, karena bisa memicu amonia yang beracun. Kalau sampai ini terjadi di tambak, maka akan banyak udang yang mati karena keracunan.


  • Dominasi Alga Beracun

Saat tambak mengalami pengayaan nutrisi, maka segala macam alga bisa tumbuh termasuk alga beracun seperti Cyanobacteria. Alga tersebut bisa menghasilkan zat yang dapat merusak nafsu makan udang, membuatnya tidak mau besar (kerdil).



Baca Juga

 

Komentar


bottom of page