Mengenal Patogen Oportunistik pada Budidaya Udang
- Redaktur: Audri Rianto
- 30 Mar
- 2 menit membaca
Dalam budidaya udang, ada penyakit yang sifatnya menyerang langsung dan ada pula yang menunggu momen tertentu untuk menyerang atau disebut dengan patogen oportunistik.
Patogen jenis ini sedari awal memang sudah berada di tambak, namun dalam jumlah yang sedikit. Ketika lingkungan tambak tidak kondusif, kualitas air menurun dan membuat udang stres, pada momen inilah patogen oportunistik mulai meningkat populasinya dan mulai menyerang udang.

Sumber: penverproducts.com
Memahami cara kerja patogen ini adalah kunci utama untuk menjaga keberlanjutan panen dan efisiensi pakan (FCR) Anda.
Apa Itu Patogen Oportunistik?
Patogen oportunistik adalah sekelompok mikroorganisme seperti bakteri, protozoa, atau jamur yang secara alami hidup di lingkungan tambak.
Saat lingkungan tambak dalam keadaan sehat dan stabil, imunitas udang akan tinggi yang mana dapat menangkal serangan dari mikroorganisme ini.
Namun, ketika lingkungan tambak mulai terdegradasi disertai dengan kemunculan zat berbahaya seperti amonia atau hidrogen sulfida, maka imunitas udang akan melemah dan pada momen inilah mikroorganisme oportunistik mulai menyerang.
Jenis Patogen Oportunistik yang Sering Menyerang
Beberapa patogen oportunistik yang sering menyerang udang saat imunnya sedang lemah.
1. Bakteri Vibrio sp. (Vibriosis)
Bakteri ini termasuk musuh utama bagi udang, karena beberapa penyakit mematikan dimulai dari infeksi bakteri ini. Sebut saja seperti penyakit White Feces Disease (WFD) dan Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND) merupakan penyakit mematikan yang disebabkan oleh bakteri Vibrio.
Meningkatnya populasi bakteri ini seringkali dipicu oleh peningkatan bahan organik dan kotoran pada dasar tambak secara tidak terkendali.
2. Bakteri Berfilamen (Leucothrix mucor)
Bakteri ini menyerang udang dengan cara menempel di permukaan luar tubuh, seperti pada insang dan kaki renang. Bakteri ini akan mengganggu jalan napas udang, membuatnya sulit bernapas dan beberapa kasus membuat udang sulit melakukan molting.
3. Protozoa Ektoparasit (Zoothamnium sp.)
Serangan patogen ini membuat udang lemas, nafsu makan menurun dan imunitas melemah. Serangan patogen ini ditandai dengan berubahnya warna tubuh udang menjadi kusam atau terlihat seperti berlumut.
Patogen ini tidak membunuh udang secara langsung, namun mengundang infeksi sekunder yang bisa lebih mematikan.
Faktor Pemicu Serangan
Patogen oportunistik mulai muncul dan menyerang jika kondisi lingkungan memungkinkan, beberapa pemicunya adalah:
Bahan organik terlalu tinggi, bisa dari sisa pakan dan kotoran udang yang membusuk dan mengendap di dasar tambak, menjadikannya sarang bakteri patogen.
Parameter air berfluktuasi, seperti pH dan suhu air yang tidak stabil, selalu naik dan turun secara ekstrem hingga membuat udang stres.
Padat tebar terlalu tinggi tanpa dukungan aerasi yang memadai, membuat daya tahan tubuh udang mudah turun.
Strategi Pencegahan dan Pengendalian
Untuk meminimalisir risiko, lakukan beberapa langkah di bawah ini untuk menciptakan lingkungan tambak yang sehat dan kondusif.
Aplikasi Probiotik Rutin: Gunakan probiotik jenis Bacillus sp. untuk menekan pertumbuhan Vibrio melalui persaingan nutrisi.
Siphon Rutin: Pastikan kotoran di area central drain dibuang secara rutin setiap hari untuk menghindari pembentukan amonia.
Penguatan Imun: Tambahkan suplemen seperti Vitamin C atau asam amino pada pakan untuk meningkatkan imun udang.
Baca Juga




Komentar