top of page

Ikan Asli Indonesia Punya Omega-3 Lebih Tinggi dari Salmon

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 57 menit yang lalu
  • 2 menit membaca

Berbicara mengenai ikan salmon, semua orang sepakat bahwa ikan itu termasuk ikan premium dengan harga yang mahal dan kandungan gizinya yang baik untuk kesehatan. Nutrisi unggulan dari ikan ini adalah omega-3 yang punya banyak manfaat bagi manusia, terutama terhadap kesehatan otak dan jantung.

 

Predikatnya sebagai ikan dengan kandungan omega-3 tertinggi di dunia ternyata dipatahkan dengan sebuah fakta mengejutkan. Riset terbaru menunjukkan bahwa ikan dengan omega-3 tertinggi bukanlah salmon, melainkan ikan sidat yang merupakan ikan asli Indonesia.


 

Mengalahkan Salmon

Fakta ini dikemukakan oleh Gadis Sri Haryani, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dari hasil penelitiannya, kandungan DHA (Docosahexaenoic Acid) dan EPA (Eicosapentaenoic Acid) dari ikan sidat ternyata lebih tinggi dari ikan salmon.

 

DHA dan EPA ini termasuk jenis asam lemak omega-3 esensial yang diperlukan tubuh manusia. Dha untuk menjaga fungsi kognitif, perkembangan otak, dan membantu menjaga ketajaman daya ingat. Sedangkan EPA, fungsinya ialah untuk mengurangi peradangan sistemik dan menjaga kesehatan jantung.

 

Komposisi Nutrisi Lengkap untuk Kesehatan

Tidak hanya unggul di kandungan omega-3 saja, ikan sidat juga disebut mengandung nutrisi mikro dan makro yang cukup lengkap, seperti protein, vitamin A dan B Kompleks, zat besi, dan fosfor.

 

Protein sangat diperlukan tubuh untuk membentuk otot dan memperbaiki jaringan yang rusak, vitamin A dan B kompleks untuk mendukung kesehatan mata dan metabolisme energi, zat besi dan fosfor sangat dibutuhkan tubuh untuk menjaga kepadatan tulang dan kesehatan darah.

 

Kombinasi nutrisi-nutrisi ini membuat ikan sidat menjadi sumber pangan lokal terbaik untuk dikonsumsi masyarakat, terutama untuk anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

 

Potensi Ekonomi dan Strategi Masa Depan

Dengan adanya penelitian ini, masyarakat sebaiknya mulai beralih dari mengonsumsi salmon ke ikan sidat. Peralihan konsumsi ini bukan hanya untuk tujuan agar lebih sehat, tapi juga mendukung kemandirian pangan nasional.

 

Harga ikan sidat juga lebih murah dari salmon, jadi dengan beralih mengonsumsi ikan sidat bisa menjadi opsi yang tepat untuk berhemat, namun tetap sehat.

 

Selama ini, ikan sidat juga rutin diekspor ke luar negeri, namun jangkauan pasarnya saat ini masih di sekitar Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan. Dengan data penelitian terbaru, harusnya ikan sidat bisa menjadi komoditas ekspor strategis dengan pangsa pasar yang lebih luas, setidaknya bisa menyamai kepopuleran ikan salmon.

 

Pentingnya Pengelolaan Berkelanjutan

Ikan sidat punya potensi besar untuk menyaingi kepopuleran salmon di mata dunia, namun menjaga kelestarian populasinya juga penting untuk dilakukan, artinya tidak boleh dieksploitasi secara berlebihan hanya untuk memenuhi permintaan pasar.

 

Kita tidak bisa terus bergantung pada populasi ikan sidat liar, jadi untuk mencegah kepunahan populasi, pengembangan budidaya berbasis sains adalah kunci pengelolaan secara berkelanjutan.



Baca Juga

Komentar


bottom of page