top of page

Selain Arang, Ikan Sapu-Sapu Bisa Diolah Menjadi Pupuk Cair

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 4 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Beberapa waktu lalu, Jakarta tengah melakukan operasi pembasmian ikan sapu-sapu secara massal.


Aksi ini ditenggarai oleh populasi ikan sapu-sapu yang makin hari makin tak terkendali. Tidak hanya merusak perairan, ikan ini juga sangat invasif dan membuat populasi ikan lokal berangsur punah.


 

Setelah ditangkap secara massal di beberapa tempat, ternyata jumlah yang diperoleh sangat mencengangkan. Hingga kini, ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap dan dimusnahkan sudah mencapai 10 ton.

 

Langkah Pemusnahan

Sampai saat ini, langkah pemusnahan yang dilakukan oleh pemerintah setempat ialah menguburnya di lahan khusus yang jauh dari pemukiman. Sekarang, timbul permasalahan karena jumlah ikan yang berhasil ditangkap sudah terlalu banyak, bahkan akan terus bertambah.

 

Jika menguburnya terus menerus, maka akan menciptakan masalah lingkungan baru, karena ikan ini punya fisik yang keras, membuatnya sulit diurai. Apalagi jumlahnya yang terlalu banyak, tentu akan memakan banyak tempat juga.

 

Mau seberapa besar tempat penguburannya, jika jumlahnya sudah melebihi kapasitas, tentu akan menjadi masalah. Akibatnya, lahan penguburan jadi semakin bergeser, sampai-sampai bisa makin dekat ke pemukiman.

 

Gagasan Pemanfaatan

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan, daripada ikan ini dimusnahkan begitu saja, alangkah baiknya dimanfaatkan jadi arang. Hal ini pernah dilakukan di Brazil, lantas mengapa di Indonesia tidak bisa?

 

Pernyataan Rano Karno hingga saat ini masih ditelaah dan diuji. Belum ada hasil pastinya, apakah ikan sapu-sapu yang ada di Indonesia bisa dijadikan arang.


Kalau bisa, tentu akan menjadi sumber pemasukan baru untuk Pemprov DKI Jakarta dan warga sekitar, mengingat populasi ikan sapu-sapu yang sudah terlalu over.

 

Terlepas dari pernyataan Rano Karno yang saat ini belum terealisasi, kini Guru Besar Teknologi Hasil Perikanan IPB (Institut Pertanian Bogor), Prof. Mala Nurilmala juga memberikan solusi pemanfaatan yang sama, hanya saja produk yang direkomendasikannya berbeda.

 

Prof. Mala ingin ikan sapu-sapu ini dimanfaatkan menjadi pupuk cair, khusus tanaman hias. Mengapa pemanfaatan ini dinilai tepat sasaran? Karena mayoritas ikan sapu-sapu yang ada di Jakarta sudah terpapar logam berat.


Untuk dikonsumsi ataupun dijadikan pakan ternak, tentu tidak aman karena logam berat ini bisa berpindah ke organisme yang mengonsumsinya.

 

Apabila dijadikan pupuk, tanaman akan memanfaatkan kandungan organiknya tanpa khawatir mengganggu kesehatan manusia. Pengolahannya menjadi pupuk juga membuat dekomposisi lebih cepat, dibandingkan dengan dikubur.

 

Penutup

Gagasan mengenai pemanfaatan ikan sapu-sapu menjadi produk baru dengan nilai tambah sebaiknya segera direalisasi.


Baik itu dijadikan arang ataupun dijadikan pupuk, keduanya bisa menjadi contoh mengenai bagaimana masalah lingkungan bisa diubah menjadi peluang ekonomi.

 

Jika pemanfaatan ini berhasil, maka bukan hanya ekosistem saja yang akan kembali asri, masyarakat sekitar juga akan terbantu perekonomiannya. Mereka jadi punya tujuan jelas mengapa harus menangkap ikan sapu-sapu, selain sebagai upaya pembasmian.



Baca Juga

Komentar


bottom of page