Wagub DKI Jakarta Usulkan Untuk Mengolah Ikan Sapu-Sapu Jadi Arang
- Redaktur: Audri Rianto
- 1 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Populasi ikan sapu-sapu yang sudah membludak di Jakarta membuat pemerintah kalang kabut. Pasalnya, ikan sapu-sapu ini memberikan ancaman nyata terhadap keseimbangan ekosistem. Dampak yang sudah terlihat adalah menghilangnya ikan endemik akibat kalah saing oleh sapu-sapu.

Sumber: detik.com
Demi mengembalikan kondisi ekosistem yang sudah rusak ke kondisi semula, Pemprov DKI Jakarta melakukan aksi pemusnahan massal dengan menangkap ikan sapu-sapu yang ada di Sungai Jakarta. Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu langsung dimusnahkan dengan cara dikubur.
Praktik pemusnahan tersebut ternyata dinilai kurang maksimal oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno. Ia menyarankan untuk mengolah ikan sapu-sapu tersebut menjadi arang, agar limbah tersebut bisa punya nilai ekonomi.
Terinspirasi dari Keberhasilan Brasil
Gagasan ini bisa muncul karena selama operasi pemusnahan massal dilakukan, Pemprov DKI Jakarta mulai mengalami kesulitan. Setiap operasi dilakukan, ikan yang ditangkap bisa berton-ton namun ikan-ikan ini berakhir menjadi limbah yang sulit dikelola.
Lahan penguburan juga dinilai kurang cukup, karena ikan yang didapat ternyata jumlahnya terlalu banyak dan akan menyulitkan jika harus dikubur semuanya.
Ide menjadikannya arang ternyata terinspirasi dari Brazil yang sudah melakukannya terlebih dahulu. Beberapa daerah di Brazil juga menganggap ikan ini sebagai hama, karena terlalu banyak jumlahnya, pemerintah setempat memutuskan mengolahnya menjadi produk bermanfaat, salah satunya adalah arang.
Rano Karno juga sudah memberikan instruksi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta untuk cepat melakukan studi kelayakan, supaya limbah ikan sapu-sapu ini bisa diolah sesegera mungkin.
Memperbaiki Prosedur
Usulan yang disebutkan oleh Rano Karno juga menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mengevaluasi metode penanganan yang sebelumnya mendapat kritikan.
Hal yang dikritik adalah cara penguburan massal yang dianggap kurang optimal, karena diduga ikan yang dikubur masih dalam keadaan hidup.
Selain memperketat prosedur penanganan dengan cara memastikan ikan yang ditangkap telah mati sebelum dikubur, pemerintah juga mulai mempertimbangkan usulan terkait mengubah ikan sapu-sapu menjadi arang.
Potensi Nilai Ekonomi Baru bagi Jakarta
Jika gagasan ini disetujui dan diterapkan, tentu Pemprov DKI Jakarta bukan hanya berhasil mengembalikan keseimbangan ekosistem, tapi juga menciptakan peluang ekonomi baru.
Pasalnya, arang yang dihasilkan bisa digunakan untuk banyak keperluan industri atau bisa digunakan untuk bahan bakar alternatif.
Tidak hanya arang, pemerintah juga mempertimbangkan opsi pengolahan lain, seperti menjadikannya pupuk organik atau tepung ikan non pangan.
Kesimpulan
Ide yang diutarakan oleh Wagub DKI Jakarta, Rano Karno memang brilian, karena bisa menjawab dua tantangan sekaligus, yaitu memulihkan ekosistem sungai Jakarta sekaligus menciptakan peluang ekonomi dari limbah yang saat ini mulai sulit untuk dikelola.
Baca Juga




Komentar