top of page

Dilema Ikan Sapu-Sapu: Hama di Jakarta, Hidangan Lezat di Brazil

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Beberapa hari terakhir, ikan sapu-sapu menjadi perbincangan seantero Indonesia. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah melakukan aksi pemusnahan massal ikan sapu-sapu yang dianggap sudah tidak terkontrol populasinya.


 

Hampir 60% perairan yang ada di Jakarta sudah dikuasai ikan sapu-sapu, hingga akhirnya timbul kekhawatiran kalau ikan ini memberikan ancaman serius terhadap ekosistem.

 

Pemusnahan massal ini memberikan gambaran mengenai betapa invasifnya ikan ini. Ikan sapu-sapu cenderung dianggap hama di Indonesia, dagingnya mengandung logam berat dan membahayakan jika dimakan. Namun, siapa sangka di tempat aslinya ikan ini malah dianggap sebagai kuliner yang populer.

 

Ancaman Spesies Invasif di Perairan Jakarta

Ikan sapu-sapu sebenarnya tidak hanya mendominasi perairan yang ada di Jakarta saja. Di daerah lain di luar Jakarta, ikan ini juga gampang dijumpai.

 

Namun, di Jakarta memang populasinya sudah terlalu over hingga menguasai 60% lebih perairan sampai membuat ikan lokal tergusur dengan sendirinya.

 

Infrastruktur sungai rusak, ikan lokal terancam punah membuat Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah tegas. Pemusnahan massal pun akhirnya dilakukan di 5 daerah, yaitu Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.

 

Dalam sehari operasi penangkapan dilakukan, tercatat ikan sapu-sapu yang berhasil dijaring sekitar 6,9 ton. Angka yang cukup membuat banyak orang tercengang dan memaksa Pemprov DKI Jakarta meneruskan operasi tersebut sampai populasi ikan sapu-sapu benar-benar menurun bahkan sampai habis tak tersisa.

 

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Indonesia Tidak Layak Konsumsi?

Ikan-ikan yang berhasil ditangkap langsung dimusnahkan dengan cara menguburnya di tempat yang jauh dari pemukiman. Timbul pertanyaan, “mengapai tidak dimakan saja?” Padahal di Brazil ikan ini umum dimakan oleh masyarakat setempat, bahkan menjadi kuliner yang populer.

 

Jawabannya terletak di kualitas habitatnya yang berbeda. Ikan sapu-sapu yang hidup di Sungai Jakarta banyak terkontaminasi limbah, termasuk limbah industri dan limbah rumah tangga. Akibatnya, ikan sapu-sapu tersebut memiliki daging yang mengandung logam berat dan bahan kimia berbahaya. Jika dikonsumsi bisa menimbulkan efek negatif bagi kesehatan.

 

Sementara, ikan sapu-sapu yang ada di Brazil hidup di lingkungan yang masih tergolong asri. Aliran sungai jauh dari cemaran yang berbahaya, sehingga tergolong aman untuk dikonsumsi. Mereka juga sering mengolah ikan sapu-sapu menjadi beragam jenis makanan, seperti dijadikan sup, dipepes atau dipanggang.

 

Peringatan Untuk Warga Brazil

Bagi masyarakat Brazil ikan sapu-sapu memang aman dan biasa dikonsumsi, namun baru-baru ini ilmuwan mulai memberikan peringatan. Temuan baru mengungkapkan sudah ada aktivitas pertambangan di dekat Sungai Amazon, artinya akan ada pencemaran di sana.

 

Jika pencemaran ini terus berlanjut, maka ikan sapu-sapu yang ada di sana juga akan bernasib sama seperti yang ada di Jakarta, yaitu terkontaminasi logam berat dan bahan kimia berbahaya sehingga akan berbahaya untuk dikonsumsi.



Baca Juga

Komentar


bottom of page