Arab Saudi Terima Kembali Udang Indonesia, Peluang Ekspor Nasional Menguat
- Redaktur: Audri Rianto
- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Ekspor udang dan produk olahannya ke Arab Saudi sempat dihentikan karena pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menarik izin impor produk udang dari Indonesia. Hal ini cukup berdampak bagi sektor perikanan Indonesia, karena kehilangan salah satu pasar berpotensi.
Setelah delapan bulan tanpa kejelasan, akhirnya pemerintah Arab Saudi resmi menghentikan larangan tersebut, izin pun kembali dibuka. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi pelaku industri di Indonesia.

Sumber: harianjogja.com
Dilansir dari kontan.co.id, keputusan membahagiakan itu diumukan langsung oleh otoritas pangan Arab Saudi, Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Mereka menyetujui Indonesia untuk kembali mengekspor udang ke negara mereka.
Pengumuman ini disambut secara antusias oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso. Ia lantas meminta seluruh pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum ini dengan cara mempersiapkan produk semaksimal mungkin dengan kualitas sebaik mungkin.
Ekspor Udang RI Sempat Terhambat Selama Delapan Bulan
Alasan mengapa Arab Saudi melarang Indonesia mengekspor udangnya ke sana dipicu oleh temuan kontaminasi Cesium-137. Indonesia memang sempat kecolongan terkait kontaminasi zat tersebut, untungnya cepat ketahuan sehingga Indonesia punya waktu untuk berbenah.
Kontaminasi tersebut membuat pemerintah Arab Saudi menangguhkan izin ekspor beberapa eksportir dari Indonesia. Selama penangguhan berlangsung, pemerintah memang terus melakukan komunikasi intensif dengan pihak Arab Saudi.
Setelah Indonesia benar-benar memastikan udang yang diekspor aman dan bersih dari kontaminasi, akhirnya setelah 8 bulan berlalu, SFDA memutuskan untuk kembali memberikan izin impor udang dari Indonesia.
Peluang Besar di Pasar Timur Tengah
Kembali diterimanya udang Indonesia di Arab Saudi memberikan dampak strategis terhadap perikanan nasional. Mengapa demikian? Arab Saudi dikenal salah satu negara dengan permintaan produk makanan laut tertinggi, termasuk udang beku.
Permintaan yang tinggi ini tentu membuat Arab Saudi menjadi salah satu negara tujuan ekspor potensial yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kembali dibukanya keran ekspor oleh Arab Saudi ini harus dimanfaatkan dengan baik, artinya pasar sudah kembali percaya dengan produk Indonesia.
Kepercayaan ini adalah modal bagi Indonesia untuk terus membuka peluang ekspansi ke negara-negara Timur Tengah lainnya.
Pemerintah Dorong Eksportir Tingkatkan Standar Kualitas
Akses ekspor ke Arab Saudi kembali dibuka, bukan berarti para eksportir mulai kendor dalam mengawasi produknya. Pemerintah terus mengingatkan bagi para pelaku usaha untuk terus menjaga standar mutu dan keamanan pangan.
Pengawasan harus dilakukan mulai dari proses budidaya, pengolahan hingga distribusi, supaya tidak terjadi kontaminasi zat berbahaya seperti sebelumnya.
Selain itu, pemerintah juga tidak hentinya mendorong eksportir untuk memperkuat sertifikasi dan memperluas diversifikasi pasar, supaya produk Indonesia bisa dikenal lebih luas lagi di pasar internasional.
Prospek Ekspor Udang Indonesia Tahun 2026
Dibuka kembali izin ekspor ke Arab Saudi tentu meningkatkan prospek ekspor udang Indonesia di tahun 2026 ini. Dengan tambahan pasar Arab Saudi, maka perikanan nasional punya peluang untuk meningkatkan volume pengiriman ke Timur Tengah sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok udang terpercaya di dunia.
Baca Juga




Komentar