top of page

KKP Tambah 17 Scanner Radioaktif Baru untuk Industri Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 1 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Setelah sebelumnya sempat diterpa isu tak menyenangkan, yaitu adanya paparan radioaktif pada udang Indonesia, kini KKP terus berupaya untuk mengembalikan kepercayaan pasar. Langkah terbaru yang dilakukan KKP ialah dengan menerbitkan sertifikasi bebas Cesium-137 pada setiap produk udang beku yang akan diekspor.


ree

 

Untuk terus mempertahankan posisi produk udang Indonesia di pasar internasional terutama Amerika Serikat, KKP kini menambahkan 17 unit alat pemindai (scanner) radioaktif baru, tujuannya untuk mempercepat layanan sertifikasi.

 

Menjamin Mutu dan Keamanan Pangan

Ishartini, selaku Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) mengatakan bahwa upaya penambahan 17 alat pemindai radioaktif ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas ekspor.

 

Dengan adanya 17 alat pindai tersebut, maka kapasitas pengujian di lapangan akan meningkat signifikan, sehingga proses ekspor tidak terhambat oleh antrean sertifikasi.

 

Untuk diketahui bersama, KKP merupakan lembaga resmi yang ditunjuk langsung oleh FDA untuk menerbitkan sertifikasi bebas radioaktif dan menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang mendapatkan mandat tersebut untuk sektor perikanan. Langkah ini awalnya hanya sekadar reaksi dari krisis yang terjadi, namun saat ini sudah menjadi standar secara global dan telah ditetapkan di beberapa negara.

 

Respon Cepat Terhadap Tantangan Pasar

Setelah kasus yang terjadi di pertengahan 2025, pemerintah melalui KKP merespon dengan cepat dan melakukan beragam upaya pemulihan, seperti melakukan audit lapangan, memperkuat laboratorium, berkoordinasi dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) serta Bea Cukai dan dan yang paling baru adalah melakukan pengadaan 17 scanner radioaktif.

 

Dengan semua prosedur yang ada, saat ini setiap kontainer udang yang akan dikirim ke AS harus diperiksa dengan ketat untuk memastikan nol kontaminasi.

 

Tren Ekspor Udang Terus Melonjak

Dengan segala upaya yang dikerahkan, pasar AS memutuskan untuk kembali membuka diri. Tepat pada Oktober 2025, Indonesia sudah mulai mengekspor udang ke AS. Hingga awal Desember 2025, ekspor udang menunjukkan tren positif.

 

Periode 31 Oktober hingga awal Desember 2025, Indonesia sudah berhasil mengekspor udang ke AS sebanyak 303 kontainer dengan volume 5.218 ton senilai Rp949 miliar.

 

Dengan adanya tren positif tersebut, pemerintah menargetkan hingga akhir tahun 2025 setidaknya bisa mengirim 605 kontainer atau sekitar 10.000 ton dengan nilai taksiran Rp1,8 triliun.

 

Masa Depan Produk Perikanan RI

Keberhasilan sistem jaminan mutu ini tidak hanya berdampak pada komoditas udang. KKP mencatat bahwa produk perikanan lain seperti ikan asin dan terasi kini juga mulai diminta menyertakan sertifikasi bebas radioaktif oleh pasar internasional.

 

Dengan penambahan infrastruktur teknologi dan penguatan regulasi, pemerintah optimistis industri udang nasional akan semakin tangguh dan mampu bersaing sebagai pemimpin pasar udang global yang aman dan berkualitas tinggi.



Baca Juga

Komentar


bottom of page