KKP Pastikan MBG Bukan Pemicu Harga Ikan Naik pada Ramadan 2026
- Redaktur: Audri Rianto
- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Seperti tahun-tahun sebelumya, setiap memasuki bulan Ramadan pasti harga bahan pokok akan naik, termasuk harga ikan. Hal ini tentu berkaitan dengan permintaan pasar yang meningkat pada momen ini. Sebenarnya hal ini wajar terjadi, namun masyarakat sedikit ketakutan mengenai kenaikan harga ini.

Sumber: rri.co.id
Banyak masyarakat menilai bahwa kenaikan harga ini bisa berlangsung lama, dikarenakan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, KKP memberikan respon positif dan memastikan bahwa stok ikan untuk Ramadan tahun ini masih dalam kategori aman, artinya kenaikan harga tidak akan terjadi secara signifikan.
Kenaikan Harga Ikan Lebih Dipengaruhi Permintaan Konsumen
Machmud, selaku Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP menegaskan bahwa kenaikan harga ini bisa terjadi karena tingginya permintaan masyarakat menjelang Ramadan, bukan dampak dari adanya MBG.
Ia juga menambahkan bahwa stok ikan saat ini masih aman, terutama jenis ikan budidaya seperti lele dan nila sehingga tidak akan ada gangguan secara signifikan di pasar. Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga hanya terjadi pada jenis ikan tertentu yang tidak diproduksi dalam jumlah besar. Dengan kata lain, kenaikan harga ini akan berlangsung sementara dan tidak berkepanjangan.
Stok Ikan Dipastikan Aman dan Harga Tetap Stabil
Selain memberikan bantahan terkait dampak MBG terhadap kenaikan harga ikan selama Ramadan, KKP juga telah memastikan bahwa stok ikan nasional saat ini masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran nanti.
Dari survei yang dilakukan KKP, menunjukkan bahwa produksi dan pasokan ikan nasional masih lebih tinggi dibandingkan permintaan pasar, meskipun permintaan melonjak hingga 20 persen. Hal ini juga diperkuat oleh Tebe Haeru Rahayu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP yang mengatakan bahwa tren harga ikan dari Januari hingga Maret menunjukkan stabilitas yang baik.
Kenaikan harga maksimal hanya sekitar 0,25% hingga 1,39% untuk beberapa jenis ikan, termasuk lele dan bandeng.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Harga
Selain permintaan pasar yang meningkat, ada beberapa faktor lain yang memberikan pengaruh terhadap harga ikan di pasar. Kondisi cuaca, distribusi antar wilayah, serta biaya operasional seperti transportasi dan pakan turut berkontribusi terhadap pembentukan harga. Namun, faktor-faktor tersebut masih dalam batas wajar dan tidak menunjukkan adanya gangguan besar.
Untuk saat ini, pemerintah masih terus berkomitmen dalam menjaga ketersediaan pangan, termasuk stok ikan nasional serta menjaga distribusi antar wilayah tetap berjalan optimal sehingga harga bisa tetap stabil sampai Lebaran nanti.
Penutup
Berdasarkan paparan di atas, Pemerintah sudah menegaskan bahwa kenaikan harga ikan saat Ramadan murni karena permintaan pasar yang meningkat hingga 20 persen. Namun, peningkatan harga ini dinilai hanya akan terjadi sementara, karena KKP telah menjamin bahwa stok ikan nasional masih dalam kategori aman.
Selama proses distribusi bisa berjalan normal, maka harga bisa kembali normal dalam waktu dekat, jadi masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.
Baca Juga




Komentar