Permintaan Naik 20 Persen Saat Ramadan, KKP Pastikan Stok & Harga Ikan Aman
- Redaktur: Audri Rianto
- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Ketika memasuki bulan Ramadan, permintaan akan bahan pokok sudah pasti meningkat, termasuk permintaan terhadap ikan segar. Hasil survei yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), menujukkan bahwa konsumsi ikan nasional meningkat 10–20 persen dibandingkan bulan biasa.

Sumber: kumparan.com
Ketika permintaan meningkat, biasanya diikuti dengan naiknya harga jual. Namun, KKP membantah hal itu, sebab KKP memastikan bahwa stok ikan nasional dirasa cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat, sehingga harga bisa terus stabil.
Proyeksi Kenaikan Konsumsi & Permintaan Ikan
Plt Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Machmud, menyatakan untuk tahun ini di periode Januari sampai Maret konsumsi ikan bisa mencapai 1,94 juta ton. Sementara konsumsi di masa Ramadan dan Lebaran diproyeksikan sekitar 700 ribu ton.
Meski permintaan naik pada periode tersebut, Machmud memastikan bahwa stok ikan dalam kondisi aman dan cukup. Lonjakan permintaan seperti ini bukanlah hal yang baru, karena setiap tahun pasti terjadi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran sektor perikanan dalam menjaga ketersediaan protein hewani untuk masyarakat.
KKP Pastikan Stok Ikan Aman
Mengapa KKP berani memastikan pasokan ikan nasional berada dalam kondisi aman? Jawabannya karena Machmud melihat antara produksi, stok dan konsumsi ikan pada masa ini masih dalam posisi yang sehat. Artinya, jumlah produksi dan stok ikan masih lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan konsumsi masyarakat.
Pernyataan KKP menjadi kabar baik buat para pengusaha perikanan dan juga konsumen. Artinya, ikan akan terus tersedia dan usaha bisa tetap berjalan lancar. KKP akan terus memantau kondisi lapangan dan melakukan koordinasi unit teknis di berbagai daerah untuk menjaga distribusi ikan tetap normal.
Dampak pada Harga & Program Pemerintah
Kenaikan harga sudah pasti terjadi, namun KKP menilai kenaikan yang terjadi masih dalam batas wajar. Masyarakat juga meyakini bahwa kenaikan harga bisa semakin tinggi, karena program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) terus beroperasi selama Ramadan.
Menanggapai hal itu, KKP menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum memberikan tekanan besar terhadap harga ikan di pasar, terutama pada bulan Ramadan ini. Jadi, masyarakat tidak perlu risau. Selama distribusi berjalan normal, maka harga akan terus stabil sampai Lebaran.
Faktor lain yang bisa membantu menjaga harga ikan tetap stabil adalah kelancaran produksi dari sektor budidaya dan perikanan tangkap. Jika keduanya berjalan optimal seperti biasa, maka tekanan permintaan selama Ramadan tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan harga.
Peluang dan Tantangan di Masa Mendatang
Lonjakan permintaan yang terjadi selama Ramadan juga menjadi peluang besar bagi pelaku usaha perikanan.
Pemerintah dan pelaku usaha perlu terus memastikan keberlanjutan produksi, efisiensi distribusi, serta penguatan pasar domestik agar manfaatnya dirasakan secara optimal oleh masyarakat luas. Selain itu, menjaga stabilitas harga sehingga tetap terjangkau menjadi kunci utama dalam menghadapi lonjakan permintaan musiman seperti ini.
Baca Juga




Komentar