Swasembada Protein: Strategi Presiden Genjot Sektor Perikanan Nasional
- Redaktur: Audri Rianto
- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Ketahanan pangan nasional saat ini menjadi prioritas Pemerintah Indonesia. Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah fokus meningkatkan produksi komoditas pokok, seperti beras, jagung, telur, ayam dan dilanjutkan dengan swasembada protein.

Sumber: kompas.com
Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah sangat bergantung pada sektor perikanan, khususnya budidaya udang dan ikan skala besar.
Mengintip Sukses Tambak Udang Modern di Kebumen
Untuk menunjukkan keseriusan pemerintah, langkah awal yang diambil ialah meninjau panen raya di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah.
Tambak dengan luas mencapai 65 hektare yang terdiri dari 200 kolam budidaya ini termasuk model pengembangan budidaya perikanan modern. Selain penggunaan teknologi yang terintegrasi, tambak ini juga bisa memberikan hasil yang fantastis, yaitu 40 ton udang senilai puluhan miliar dalam satu siklus panen untuk setiap hektare-nya.
Dengan hasil yang luar biasa itu, BUBK di Kebumen menjadi bukti nyata bahwa teknologi bisa meningkatkan nilai ekonomi bagi sektor perikanan secara signifikan.
Ekspansi Kawasan Budidaya Skala Jumbo
Dilansir dari kompas.com, bermodalkan keberhasilan dari Kebumen, kali ini pemerintah kembali siap melakukan ekspansi besar-besaran di beberapa wilayah strategis.
Beberapa proyek besar yang saat ini sedang dipersiapkan adalah pengembangan 2000 hektare tambak udang di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, pengembangan tambak seluas 200 hektare di Gorontalo, dan rencana budidaya ikan besar-besaran di Pantura, Jawa Barat seluas 14.000 hektare.
Langkah ini diambil oleh pemerintah dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat, sekaligus sebagai langkah meminimalisir ketergantungan pada produk impor.
Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat
Proyek swasembada protein ini tentu bukan hanya untuk mengejar pemenuhan protein masyarakat saja. Ada dampak ekonomi yang cukup besar, karena tambak modern ini tentu akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.
Ini tentu akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan sudah pasti dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Produk yang dihasilkan juga akan lebih murah harganya, sehingga bisa lebih dijangkau masyarakat luas. Artinya pemenuhan kualitas gizi masyarakat secara merata akan lebih mudah terwujud dan penurunan angka stunting nasional menjadi lebih realistis.
Menuju Pemain Utama Pasar Ekspor Global
Selain untuk memenuhi konsumsi domestik, proyek ini juga diarahkan untuk memperkuat dominasi Indonesia di pasar internasional. Selama ini Indonesia memang secara rutin mengekspor produk perikanan (terutama udang) ke berbagai negara, namun masih kalah oleh Ekuador.
Dengan sistem budidaya yang lebih matang, produktif dan berkelanjutan, harapannya Indonesia bisa menjadi pemain utama di industri perikanan dunia dengan pangsa pasar yang lebih luas lagi.
Dengan sinergi antara teknologi modern, pemberdayaan masyarakat, dan manajemen kawasan yang terintegrasi, swasembada protein bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang siap diwujudkan demi Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera.
Baca Juga




Komentar