7 Ton Ikan Sapu-Sapu Berhasil Dibersihkan dari Sungai Jakarta
- Redaktur: Audri Rianto
- 9 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Rusak sudah ekosistem sungai di Jakarta akibat dominasi ikan sapu-sapu yang tidak terkendali. Ancaman ini sudah semakin nyata, namun kali ini pemerintah tidak tinggal diam. Demi menyembuhkan ekosistem sungai yang telah rusak, Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar aksi tangkap massal ikan sapu-sapu di beberapa daerah.

Sumber: kumparan.com
Setelah gerakan penangkapan serentak dilakukan, hasilnya cukup mencengangkan karena baru satu hari, ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap hampir mencapai 7 ton.
Populasi Ikan Sapu-Sapu Makin Mengkhawatirkan
Kenapa program ini baru ada sekarang? Alasannya karena populasi ikan sapu-sapu saat ini sudah terlalu membludak di Jakarta. Menurut data saja, setidaknya lebih dari 60% perairan yang ada di Jakarta sudah didominasi ikan sapu-sapu.
Semau titik sungai sudah dikuasai ikan sapu-sapu, artinya ikan lokal tidak lagi kebagian ruang untuk hidup. Apalagi ikan sapu-sapu juga memangsa telur-telur ikan lokal, membuat populasinya semakin menurun karena fase reproduksinya diputus secara paksa.
Selain membuat ikan lokal kalah saing, ikan sapu-sapu juga punya kebiasaan yang bisa merusak infrastruktur sungai. Kebiasaan mereka ialah menggali lubang-lubang untuk sarang di dinding sungai. Lubang yang terbentuk membuat dinding sungai gampang mengalami erosi seiring berjalannya waktu.
Daya tahan tubuhnya sangat kuat, bisa hidup di air tercemar dengan minim oksigen. Ditambah tidak ada predator alaminya di Indonesia, membuatnya semakin leluasa untuk berkembang biak.
Penangkapan di Lima Wilayah Jakarta
Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta memimpin operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di lima wilayah, yaitu Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Daerah dengan tangkapan paling banyak adalah Jakarta Selatan dengan jumlah 63.600 ekor atau sekitar 5,3 ton. Sementara untuk empat daerah lainnya juga menyumbang ribuan ekor ikan sapu-sapu. Penangkapannya sendiri dilakukan di beberapa titik sungai dan saluran air.
Bahaya Ikan Sapu-Sapu bagi Lingkungan dan Kesehatan
Keberadaan ikan sapu-sapu yang tidak terkendali bukan hanya buat ekosistem sungai rusak, tapi juga bisa menimbulkan penyakit jika dikonsumsi. Alasannya karena ikan sapu-sapu punya kemampuan menyerap logam berat ke dalam tubuhnya, jadi residu yang terkandung bisa membahayakan kesehatan.
Meski sudah tahu bahaya mengonsumsi ikan sapu-sapu, terkadang ada saja oknum masyarakat yang nekat menjadikannya sebagai bahan baku pembuatan siomay yang kemudian dijual bebas ke konsumen.
Untuk mencegah praktik tersebut, pemerintah memilih untuk langsung memusnahkan hasil tangkapan dengan cara menguburnya di tempat yang jauh dari pemukiman warga.
Upaya Berkelanjutan Jaga Ekosistem
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengaku akan meneruskan operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini secara berkala, artinya program ini bukan hanya sekedar program seremonial yang cuma sekali dilakukan.
Untuk saat ini, metode penangkapan secara manual dinilai sebagai cara paling aman dan efektif untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta.
Baca Juga




Komentar