top of page

Pakar Ungkap Strategi Untuk Mengtasi Invasi Ikan Sapu-Sapu di Sungai Jakarta

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 17 Apr
  • 2 menit membaca

Ikan sapu-sapu sudah mendominasi hampir 60% perairan di Jakarta, artinya keberadaannya sudah sangat mengkhawatirkan.



Dominasi yang tak berujung ini kemudian mendapat perhatian Pemprov DKI. Karena sudah semakin meresahkan dan mengancam ekosistem, Pemprov DKI akhirnya melakukan operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara besar-besaran.

 

Penangkapan secara manual memang dinilai sebagai cara yang aman untuk membasmi ikan sapu-sapu, karena jika mengandalkan bahan kimia atau mendatangkan predator alami ditakutkan malah memberikan masalah baru.

 

Penangkapan massal yang dilakukan Pemprov DKI dipastikan bukan hanya gerakan seremonial saja, karena Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan akan memperluasan areal penangkapan agar upaya pembasmian bisa maksimal.

 

Menanggapi rencana tersebut, pakar dari Institut Pertanian Bogor, Dr. Charles PH Simanjuntak memberikan catatan penting mengenai cara efektif untuk mengatasi ikan sapu-sapu. Menurutnya, dengan menangkapnya secara manual tidak akan cukup.

 

Tiga Pilar Strategi Pengendalian Populasi

Invasi ikan sapu-sapu ini merupakan masalah yang serius, maka dari itu perlu strategi yang tepat untuk mengatasinya. Dr. Charles menyarankan kombinasi tiga strategi utama, meliputi pencegahan dan regulasi ketat, penangkapan fisik secara sistematis serta kontrol biologis.

 

1. Pencegahan dan Regulasi Ketat

Langkah awal yang harus dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah memutus introduksi baru, artinya regulasi perdagangan ikan hias harus diperkuat. Ikan sapu-sapu ini memang dikenal sebagai ikan hias yang populer dengan sebutan ikan pembersih kaca. Untuk itu perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat supaya tidak melepas ikan ini ke perairan bebas.

 

Selain itu, penggunaan teknologi environmental DNA (eDNA) sangat direkomendasikan untuk mendeteksi keberadaan spesies ini lebih awal sebelum populasinya meledak.

 

2. Penangkapan Fisik Secara Sistematis

Penangkapan massal memang diperlukan, hanya saja diharapkan bisa lebih selektif. Dr. Charles memberi arahan untuk fokus menangkap ikan yang ukurannya masih di bawah 30 cm karena akan jauh lebih efektif untuk menekan populasi di masa depan. Penangkapan juga sebaiknya dilakukan sistematis di sepanjang aliran sungai untuk mencegah migrasi ikan ke area lain, untuk itu sangat penting melibatkan masyarakat sekitar.

 

3. Kontrol Biologis

Langkah terakhir yang tak kalah pentingnya ialah melakukan pendekatan alami dengan menebar predator lokal seperti ikan baung dan ikan betutu. Kedua ikan ini memang hanya efektif memangsa ikan sapu-sapu anakan (ukuran 0,6–1,0 cm), namun metode ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem dalam jangka panjang.

 

Kesimpulan

Ledakan populasi ikan sapu-sapu memang menjadi masalah bagi ekosistem perairan, namun cara efektif untuk mengatasinya bukan hanya sekedar menangkap ikan tersebut sebanyak-banyaknya. Pemerintah, akademisi, dan masyarakat harus bekerja sama dan saling terhubung agar upaya pembasmian bisa sukses.



Baca Juga

Komentar


bottom of page