top of page

Kabar Baik, Predator Alami Ikan Sapu-Sapu di Indonesia Sudah Ditemukan

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 1 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Pembasmian ikan sapu-sapu di Jakarta masih berlanjut. Minggu lalu, tepat sehari program sehari program pembasmian massal dijalankan, jumlah ikan yang tertangkap mencapai hampir 7 ton. Sampai saat ini, jumlahnya terus bertambah hingga lebih dari 10 ton.

 

Penangkapan ikan sapu-sapu bagi beberapa ahli dianggap kurang efektif untuk membasmi ikan tersebut, karena pasti ikan-ikan ini sudah meninggalkan telur yang nantinya akan menetas dan menjadi ikan lagi.


Sumber: detik.com

 

Dibutuhkan predator alami, supaya ikan-ikan kecil dan telur yang tertinggal bisa habis dibasmi. Sayangnya, ikan sapu-sapu ini sebelumnya diduga tidak punya predator alami di Indonesia.


Namun, kabar baik mulai muncul, karena ada ikan lokal yang diketahui punya ketertarikan untuk makan ikan sapu-sapu, terutama yang masih berukuran kecil.

 

Hewan Lokal yang Bisa Memangsa Ikan Sapu-Sapu

Awalnya, muncul dugaan bahwa di Indonesia tidak ada predator alami untuk ikan sapu-sapu, namun dari studi lapangan yang dilakukan, didapati bahwa ada ikan lokal yang bisa berperan sebagai pemangsa alami.

 

Hal ini disampaikan oleh pakar ikan dari IPB (Institut Pertanian Bogor), Dr Charles PH Simanjuntak. Ikan lokal yang dimaksud Beliau adalah ikan betutu dan ikan baung yang diketahui suka memangsa ikan-ikan kecil termasuk ikan sapu-sapu.


Selain kedua ikan itu, penelitian internasional juga mengungkapkan adanya predator lainnya yang kemungkinan besar bisa menjadi predator alami untuk ikan sapu-sapu, dan ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia, yaitu burung bangau, burung heron dan juga biawak air.

 

Di Indonesia, populasi biawak air sangat banyak dan sangat sering dijumpai di sungai-sungai. Ini tentu menjadi peluang yang bagus untuk membantu dalam proses pembasmian ikan sapu-sapu sampai ke akarnya.

 

Efektivitas Predator Lokal

Walaupun harapan sudah muncul di depan mata, tapi mengandalkan predator alami ini bukanlah solusi instan, sebab predator-predator yang disebutkan tadi hanya efektif memangsa ikan yang berukuran kecil, tepatnya pada fase juvenil yang berukuran 0,6–1 cm.

 

Harapan dan Solusi

Kabar mengenai adanya predator alami untuk ikan sapu-sapu yang sudah tak terkendali ini memang menjadi kabar yang positif, artinya rantai makanan sudah mulai terbentuk.


Meski hanya efektif untuk membasmi ikan kecil, setidaknya tekanan alami bagi populasi ikan sapu-sapu sudah mulai ada.

 

Tapi, predator alami ini tidak bisa diandalkan 100%, tetap butuh pengendalian dengan kombinasi dua metode. Artinya, penangkapan massal juga harus terus dilanjutkan, sampai benar-benar bersih.


Masyarakat juga harus terus diedukasi untuk tidak melepas ikan sapu-sapu ke alam liar, karena dari tindakan sederhana inilah asal mulai dominasi itu terjadi.

 

Penutup

Adanya predator lokal untuk ikan sapu-sapu menjadi harapan untuk kembali membentuk ekosistem perairan Indonesia yang asri. Walaupun tingkat keefektifannya masih kecil, setidaknya teror itu sudah terbentuk, memberi tekanan bagi ikan sapu-sapu untuk berkembang biak.

 

Predator alami dikombinasikan dengan penangkapan massal, ditambah dengan edukasi untuk stop melepas ikan sapu-sapu ke perairan umum akan menjadi kombo yang pas untuk membasmi ikan sapu-sapu sampai ke akarnya.



Baca Juga

Komentar


bottom of page