top of page

Memahami Stratifikasi Air Tambak dan Cara Mengatasinya

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 1 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Tambak yang produktif itu bergantung pada kondisi airnya. Jika airnya memiliki kualitas yang baik, maka tambak akan terus produktif sampai panen tiba. Kualitas air tambak bisa mengalami penurunan kapan saja, bahkan perbedaan kualitas bisa terjadi antara air yang ada di permukaan dan yang ada di dasar.


 

Perbedaan kualitas ini disebut dengan stratifikasi, di mana suatu badan air membentuk lapisan-lapisan dengan sifat fisik atau kimia yang berbeda. Sering kali pelapisan ini terbentuk dan tidak diketahui petambak, padahal jika tidak ditangani dengan baik, ujung-ujungnya udang yang akan berdampak.

 

Jenis-Jenis Stratifikasi pada Air Tambak

Dalam budidaya udang, ada beberapa bentuk stratifikasi yang seringkali terbentuk, setidaknya ada 4, yaitu:


1. Stratifikasi Suhu (Thermal Stratification)

Stratifikasi ini paling sering terjadi, karena berkaitan langsung terhadap paparan sinar matahari. Lapisan pertama, yaitu permukaan air akan memiliki suhu lebih hangat karena langsung berhadapan dengan matahari.

 

Lapisan kedua, terdapat di tengah badan air dan di sini merupakan zona transisi dari suhu hangat ke dingin.

 

Lapisan ketiga, terdapat di dasar tambak. Air di dasar tambak biasanya lebih dingin dan memiliki perbedaan suhu yang relatif jauh dengan air permukaan, apalagi tambak dalam keadaan minim sirkulasi.

 

2. Stratifikasi Salinitas (Halocline)

Perbedaan salinitas antara permukaan dan dasar bisa terjadi biasanya tambak baru saja terkena hujan deras.

 

Air tawar akan mengumpul di permukaan, sementara air asin akan mengumpul di bawah, karena memang pada dasarnya air dengan salinitas tinggi punya massa jenis yang lebih berat. Kondisi ini akan menyulitkan oksigen untuk masuk, membuat dasar tambak jadi miskin oksigen.

 

3. Stratifikasi Oksigen (Oxycline)

Perbedaan kadar oksigen di permukaan dan di dasar tambak juga sering terjadi, karena air permukaan melakukan kontak langsung dengan udara ditambah lagi aktivitas fotosintesis dari fitoplankton atau alga yang menghasilkan oksigen.

 

Sementara di dasar tambak, sering terjadi penumpukan limbah organik membuatnya semakin sulit dijangkau oleh oksigen. Kondisi ini membuat dasar tambak menjadi anaerob, jika dibiarkan bisa memicu munculnya amoni atau hidrogen sulfida yang beracun.

 

4. Stratifikasi Kekeruhan

Biasanya, air permukaan tidak akan sekeruh air dasar. Karena di dasar tambak lebih banyak lumpur dan kotoran yang mengendap, membuatnya jadi lebih keruh. Jika tak ditangani tepat waktu, tentu akan membahayakan udang.

 

Cara Mengatasi Stratifikasi Air Tambak

Untuk mengatasi stratifikasi, petambak bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini:

 

1. Gunakan Aerator atau Kincir Air

Kinerja aerator harus dioptimalkan, agar pengadukan air menjadi lebih optimal. Kincir air akan mengaduk air, membuat suhunya lebih merata antara permukaan dan dasar. Selain itu, adukan yang dibuat kincir akan memastikan distribusi oksigen menjadi lebih baik, artinya kondisi anaerob di dasar tambak bisa diminimalisir.

 

2. Kontrol Kedalaman Tambak

Kedalaman tambak harus ideal di kisaran 1,2-1,5 meter, lebih dari itu akan rentan mengalami stratifikasi suhu. Kedalaman yang ideal akan memudahkan sinar matahari menembus lapisan terdalam tambak, membuat suhunya lebih merata, apalagi ditambah dengan sirkulasi air yang memadai.

 

3. Kelola Limbah

Jangan biarkan limbah organik menumpuk berlama-lama di dasar tambak, karena tumpukan ini bisa membuat kondisi dasar tidak tersentuh oksigen (anaerob). Kelola limbah dengan baik, caranya ialah dengan melakukan siphon rutin, membuang kotoran dan limbah secara berkala.



Baca Juga

bottom of page