top of page

Ancaman Tersembunyi di Balik Tingginya Salinitas Tambak

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 3 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Salinitas dalam budidaya udang bukan serta-merta tentang kadar garam dalam air saja. Salinitas punya pengaruh penting terhadap kadar oksigen terlarut dalam air. Semakin tinggi kadarnya di dalam air, maka oksigen yang tersedia akan semakin sedikit.


 

Fenomena ini disebut dengan salting out dan petambak perlu mengetahuinya untuk menjaga tambak tetap produktif.

 

Apa Itu Efek Salting Out?

Kalau dianalogikan secara sederhana, konsep salting out ini merujuk pada kompetisi antara ion garam dan molekul oksigen untuk saling mengikat dengan molekul air.

 

Sudah sifat alami molekul air, yakni lebih tertarik untuk berikatan dengan ion-ion garam semacam Natrium dan Klorida dibandingkan dengan molekul oksigen. Maka dari itu, disaat salinitas meningkat, maka ion garam yang ada juga semakin banyak jumlahnya.

 

Ion-ion ini kemudian menggeser ruang bagi molekul oksigen, dengan kata lain tidak ada tempat lagi untuk oksigen berikatan dengan air. Jadi, air dengan kadar garam tinggi punya daya larut oksigen yang rendah.

 

Dampak Langsung pada Udang

Kombinasi dari salinitas yang terlalu tinggi dan oksigen yang terlalu rendah akan membuat udang mengalami stres dobel dan dampak yang ditimbulkan tentu tidak main-main.

 

Gangguan Osmoregulasi

Osmoregulasi udang terganggu, membuatnya kesulitan menjaga keseimbangan cairan dan garam dalam tubuhnya. Efeknya, udang bisa membuat udang tidak nafsu makan dan proses moltingnya terganggu atau yang disebut dengan sindrom cangkang lunak.

 

Hipoksia

Udang kekurangan oksigen membuatnya sulit bernapas, bisa ditandai dari perilakunya seperti menjadi pasif atau malas berenang, cenderung ke permukaan air untuk mencari oksigen dan nafsu makannya menurun.

 

Efisiensi Pakan Menurun

Udang yang stres karena kurang oksigen akan mengalami penurunan metabolisme. Pakan yang diberikan tetap dimakan, hanya saja tidak menjadi daging. Kondisi ini membuat Feed Conversion Ratio (FCR) membengkak dan menimbulkan kerugian di kemudian hari.

 

Faktor Penguat

Risiko terjadinya salting out akan meningkat ketika air tambak dipertemukan dengan musim kemarau, yang mana suhu udara menjadi sangat tinggi sekali. Suhu tinggi membuat air menguap dan itu menciptakan kepekatan salinitas. Air berada di titik terendahnya untuk menampung oksigen, akibatnya bisa membuat udang mati massal secara mendadak.

 

Strategi Mitigasi

Saat kemarau salting out bisa diminimalkan, caranya ialah dengan melakukan manajemen yang tepat.

 

1. Optimalisasi Aerasi

Kincir harus dioperasikan lebih lama dari biasanya, gunanya untuk memaksa oksigen masuk ke dalam air supaya oksigen terus tersedia di dalam tambak.

 

2. Monitoring Real-Time

Salinitas dan oksigen terlarut harus diukur bertahap untuk berjaga-jaga ketika terjadi fluktuasi yang tidak biasa. Gunakan alat yang tepat, jangan hanya mengandalkan insting. Untuk mengukur salinitas bisa menggunakan Refraktometer dan oksigen terlarut bisa menggunakan DO Meter.

 

3. Manajemen Salinitas

Untuk mengimbangi kepekatan salinitas yang terjadi akibat kemarau, petambak bisa melakukan pengenceran dengan memasukkan air tawar ke dalam tambak. Lakukan pengenceran bertahap, sedikit demi sedikit sampai salinitas kembali ke level optimalnya.



Baca Juga

Komentar


bottom of page