top of page

Sumber Nutrien pada Tambak Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 19 menit yang lalu
  • 2 menit membaca

Kualitas air tambak yang baik tidak sesederhana tentang kebersihan dan warnanya saja. Pembahasan mengenai itu jauh lebih kompleks, karena kualitas air tambak tidak bisa hanya diukur dari tampilan luarnya saja.

 

Salah satu yang juga memegang peran penting dalam menjaga kualitas air tambak adalah kandungan nutrisinya. Air tambak harus penuh nutrisi, namun kadarnya tidak boleh terlalu tinggi. Ketika nutrisi tinggi, maka bisa terjadi eutrofikasi yang dapat memicu blooming alga.

 

Tambak yang sudah terserang blooming alga, tentu akan menurun kualitas airnya. Bisa membuat udang stres dan mati.

 

Penting bagi petambak untuk tahu dari mana nutrisi dalam air tambak berasal, supaya hal-hal merugikan seperti blooming alga bisa dicegah. Inilah 5 sumber nutrisi pada air tambak.



1. Sisa Pakan

Pakan yang tersisa adalah sumber nutrisi atau nutrien paling besar yang ada di tambak. Ketika pakan diberikan, tidak semuanya akan dimakan udang. Mereka hanya menyerap 20 – 30 persen saja, sisanya akan tenggelam  di dasar tambak.

 

Sisa pakan nantinya akan menumpuk dan mengalami pembusukan, terurai menjadi senyawa nitrogen (N) dan fosfor (P). Kalau pakan yang terbuang semakin banyak jumlahnya, maka nutrisi pada air tambak juga akan bertambah.

 

2. Ekskresi Udang

Udang menghasilkan kotoran dan sisa metabolisme yang mengandung banyak fosfor. Saat udang dibudidayakan dengan sistem padat tebar tinggi, maka kotoran yang dihasilkan juga akan banyak, artinya jumlah fosfor yang dihasilkan juga banyak. Kondisi seperti itu juga bisa menjadi eutrofikasi jika tidak dikontrol dengan baik.

 

3. Dekomposisi Bahan Organik

Apapun organisme dalam tambak, baik itu udang, plankton, alga dan lain sebagainya, ketika mati, ia akan mengalami dekomposisi. Proses tersebut juga menghasilkan nutrien tambahan ke dalam air tambak. Kedengarannya memang sepele, tapi jika terus-menerus terjadi, bisa membuat nutrien terus terakumulasi yang berujung pada eutrofikasi.

 

4. Sumber Air Masuk

Ada kalanya, nutrisi yang ada di dalam air tambak bukan berasal dari aktivitas internal tambak. Bisa juga dari luar, maksudnya air yang digunakan berasal dari tempat yang sudah tercemar, entah itu tercemar limbah ataupun yang dekat dengan lahan pertanian.

 

Air seperti itu sudah membawa beban nutrien dari awal, ditambah lagi dengan aktivitas budidaya, maka nutrien yang ada bisa makin bertambah seiring berjalannya waktu.

 

5. Penggunaan Pupuk yang Berlebihan

Pemupukan tambak lazim dilakukan di awal fase budidaya, gunanya untuk merangsang pertumbuhan plankton sebagai pakan alami untuk benur. Memberi pupuk tambak harus memperhatikan dosisnya, jangan sampai berlebihan.


Sebab, pupuk yang terlalu banyak diberikan malah bisa jadi senjata makan tuan. Pertumbuhan plankton jadi tak terkendali, akibatnya malah tercipta blooming alga.



Baca Juga

bottom of page