top of page

5 Penyebab Sinar UV Tidak Efektif di Tambak dan Cara Mengatasinya

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 2 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Saat ini, mulai banyak petambak yang beralih dari penggunaan bahan kimia seperti kaporit dalam sterilisasi tambak ke penggunaan sinar UV. Bahan kimia dianggap memiliki risiko meninggalkan residu, sementara sinar UV tidak sama sekali.


 

Namun, karena baru pertama kali mencoba, banyak juga yang merasakan bahwa sinar UV tidak seefektif kaporit dalam hal membasmi patogen penyakit, padahal dosis yang digunakan sudah tepat dan sesuai anjuran.

 

Apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi? Berikut ini 5 kemungkinan yang bisa menyebabkan sinar UV tidak efektif dalam membasmi mikroorganisme pada tambak.

 

1. Tingkat Kekeruhan Air Terlalu Tinggi

Faktor ini menjadi yang paling sering membuat sinar UV gagal mensterilkan air. Ketika air tambak terlalu keruh dengan partikel lumpur dan bahan organik yang terlalu banyak, maka sinar UV akan sulit menembus badan air, membuat patogen dan mikroorganisme lainnya lolos dari radiasi UV.

 

Fenomena ini disebut dengan shadowing effect, di mana patogen bersembunyi di balik partikel organik, mereka berlindung dari paparan UV, sehingga tidak mati.

 

Untuk mengatasinya, petambak bisa menggunakan filtrasi mekanik sand filter atau drum filter sebelum air dimasukkan ke dalam ruang UV. Buat nilai Total Suspended Solids (TSS) serendah mungkin, agar sterilisasi UV berjalan lebih baik.

 

2. Penumpukan Kerak pada Quartz Sleeve

Selongsong kaca kuarsa (quartz sleeve) adalah tempat pelindung sinar UV berwarna bening. Pelindung ini seringkali berkerak akibat dari mineral yang menempel. Kerak tipis ini jika dibiarkan terlalu lama akan menghalangi sinar UV, jadi radiasi yang dikeluarkan tidak maksimal.

 

Cara mengatasinya, petambak harus rutin membersihkannya secara manual, baik itu menggunakan pembersih khusus atau cairan asam.

 

3. Debit Air yang Terlalu Cepat

Efektifitas UV bergantung pada waktu kontaknya, semakin cepat waktu kontak maka UV tidak akan efektif. Untuk itu, atur debit air agar alirannya tidak terlalu cepat. Sesuaikan pompa dengan spesifikasi UV atau jika debit air terlalu besar bisa gunakan beberapa unit UV yang dipasang berdampingan.

 

4. Usia Lampu yang Sudah Melewati Batas

Mengapa sterilisasi menggunakan UV tidak efektif, bisa jadi karena umur pakainya sudah terlalu lama. Lampu UV punya usia pakai, biasanya sekitar 8.000 hingga 9.000 jam kurang lebih satu tahun penggunaan secara kontinu.

 

Jika melewati masa tersebut, intensitas radiasinya bisa menurun walaupun lampu masih menyala biru. Maka dari itu, ganti lampu secara berkala apalagi setelah satu tahun pemakaian.

 

5. Nilai UV Transmittance (UVT) yang Rendah

UVT adalah kemampuan air dalam melewatkan cahaya UV, khususnya pada air tambak yang mengandung zat organik terlarut berlebih seperti asam humat. Walaupun secara visual terlihat jernih, namun zat tersebut bisa menyerap UV sebelum sempat mengenai mikroorganisme yang ada.

 

Cara paling ampuh untuk mengatasinya ialah dengan melakukan uji air untuk mengetahui nilai UVT. Jika nilai UVT air tambak Anda terlalu rendah, sebaiknya tingkatkan watt lampu UV atau menambah unit penyinaran untuk meningkatkan radiasi.



Baca Juga

bottom of page