top of page

UV vs Kaporit, Mana yang Lebih Aman untuk Benur Udang Vaname?

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 4 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

Kunci sukses budidaya udang diawali dengan melakukan sterilisasi air sebelum dilakukan penebaran benur. Tujuan sterilisasi dilakukan ialah untuk membasmi patogen penyakit, seperti bakteri, virus dan jamur yang bisa saja masuk ke dalam tambak melalui saluran air.


 

Selama ini, petambak mengandalkan kaporit untuk melakukan sterilisasi. Memang kaporit cukup efektif apabila diaplikasikan dengan dosis yang tepat, tapi banyak juga petambak yang khawatir dengan residu yang ditinggalkan.

 

Saat ini, petambak mulai beralih menggunakan sinar UV karena dianggap lebih aman dari residu kimia. Lantas, apakah UV lebih unggul dibandingkan dengan kaporit? Berikut ini perbandingannya.

 

Kaporit: Metode Klasik dengan Risiko Residu

Industri budidaya udang selama ini menggunakan kaporit sebagai media sterilisasi karena harganya yang murah dan kemampuan membunuh mikroorganisme yang cukup efektif.


Namun, ada beberapa kelemahan dari kaporit yang bisa mengancam kesehatan benur udang.

 

Residu Berbahaya

Kaporit merupakan bahan kimia, sudah pasti ada risiko meninggalkan residu di dalam tambak. Kaporit bekerja dengan melepaskan klorin aktif dalam air, membuat dinding sel patogen rusak dan mati. Klorin aktif ini bisa tertinggal di dalam tambak dan meracuni udang jika dosisnya kebanyakan.

 

Waktu Netralisasi 

Setelah sterilisasi, air harus diendapkan terlebih dahulu kemudian diberi natrium tiosulfat. Penetralan air ini harus dilakukan dengan sempurna supaya sisa klorin bisa benar-benar hilang dari air.

 

Sayangnya, proses ini bisa saja mengalami kendala, terutama akibat dari ketidaksabaran petambak dalam menunggu waktu penetralan. Kondisi seperti itu akan membuat netralisasi tidak sempurna dan residu masih tertinggal dalam tambak.

 

Perubahan pH Air 

Kaporit yang digunakan dalam dosis tinggi bisa membuat fluktuasi pH dan alkalinitas secara ekstrem, membuat kondisi tambak tidak kondusif terutama bagi benur udang yang baru ditebar.

 

Sinar UV: Sterilisasi Modern Tanpa Bahan Kimia

Sinar UV dianggap lebih aman dari kaporit karena UV bekerja secara fisik dengan merusak DNA/RNA patogen, membuatnya tidak bisa bereplikasi dan menggandakan diri.

 

Tanpa Residu Kimia 

UV tidak mengubah komposisi kimia air, artinya tidak ada residu yang ditinggalkan dalam tambak. Ketika air melewati radiasi UV, maka air sudah steril dan aman dari patogen tanpa perlu dilakukan netralisasi lanjutan.

 

Menjaga Mikroorganisme Alami 

UV hanya akan mensterilkan air yang melewati perangkatnya, hal ini memungkinkan petambak untuk menjaga keseimbangan biota di dalam tambak, artinya petambak tak perlu khawatir ada zat kimia yang bisa membunuh plankton bermanfaat.

 

Mana yang Lebih Tangguh?

Jika dibandingkan, kaporit unggul dalam membunuh patogen yang ada di seluruh badan air tambak (kontak langsung). Sementara itu, penggunaan UV dianggap lebih mudah karena tidak perlu menebarkannya secara manual ke seluruh tambak.

 

Cukup memasang perangkat di saluran air utama, maka UV bisa membunuh patogen seperti virus WSSV dengan dosis 30 mJ/cm2 dengan waktu singkat. Metode ini cukup efisien pada tambak intensif yang secara kontinu melakukan pergantian air tanpa ada risiko keracunan sisa klorin.

 

Mana yang Harus Anda Pilih?

Dari segi waktu, kepraktisan dan keamanan, penggunaan sinar UV dalam sterilisasi air tambak memang lebih unggul. Namun, dari segi biaya klorin masih yang terbaik, karena lebih murah dan dapat dijangkau oleh petambak skala kecil.

 

Tambak intensif yang rutin mengganti air sebaiknya menggunakan UV untuk sterilisasi air, sedangkan tambak semi intensif dan skala kecil, menggunakan kaporit adalah opsi yang realistis. Selama dosis penggunaannya tepat dan netralisasi yang dilakukan sempurna, kaporit masih tergolong aman untuk benur udang.



Baca Juga

Komentar


bottom of page