Pengaruh Curah Hujan terhadap Risiko Haloklin pada Tambak Udang
- Redaktur: Audri Rianto
- 6 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Budidaya udang termasuk usaha yang banyak tantangan, terlebih dari cuaca. Tambak udang tidak bisa terkena hujan terlalu lama, karena lingkungannya bisa berubah.
Curah hujan tinggi bisa membuat kualitas air tambak mengalami perubahan yang drastis dan itu sangat mengganggu metabolisme udang.
Satu fenomena yang sering terjadi ketika tambak kehujanan cukup lama adalah haloklin, yaitu keadaan di mana nilai salinitas tidak konsisten di setiap lapisan airnya.

Sumber: made-in-china.com
Biasanya, air yang ada di permukaan akan memiliki salinitas yang lebih rendah dibandingkan dengan air yang lebih dalam.
Perbedaan salinitas yang terlalu mencolok di bagian atas dan bawah ini yang rentan memicu stres osmotik pada udang.
Cara Hujan Memicu Haloklin pada Tambak
Air hujan yang turun dari langit punya sifat tawar, artinya kadar salinitas yang dibawanya akan lebih rendah dari kadar salinitas yang ada di air tambak.
Saat air hujan masuk ke dalam tambak, maka terjadi pencampuran antara kedua air. Sayangnya, percampuran itu tidak benar-benar terjadi, karena air tawar punya massa jenis yang lebih rendah dibandingkan dengan air bersalinitas.
Dalam hal ini, air hujan akan terus berada di permukaan tambak, tidak bisa tercampur merata menjadi satu dengan air tambak.
Otomatis, air akan membentuk lapisan dengan perbedaan kadar salinitas di setiap lapisnya. Air permukaan akan lebih tawar dibandingkan dengan air dasar.
Dampak Haloklin terhadap Udang Vaname
Walaupun hampir keseluruhan aktivitas udang dilakukan di dasar tambak, tetap saja air tawar yang ada di permukaan tambak bisa memberikan dampak negatif bagi udang.
Kepekaannya terhadap perubahan lingkungan, membuat udang dapat dengan mudah mengalami gangguan kesehatan saat haloklin.
Biasanya, udang jadi tidak nafsu makan, molting terhambat dan tidak sempurna sehingga udang mengalami sindrom cangkang lunak. Udang menjadi rentan terinfeksi penyakit dan jadi target kanibalisme.
Cara Mengurangi Risiko Haloklin Saat Musim Hujan
Untuk mengurangi risiko haloklin, langkah pertama yang harus dilakukan petambak adalah memulihkan kadar salinitas menjadi normal kembali. Caranya ialah dengan membuang air permukaan.
Air permukaan yang tawar harus dibuang dengan segera agar tidak menggenang terlalu lama di permukaan tambak. Bila perlu, petambak membuat drainase yang diatur untuk membuang air berlebih yang masuk dalam tambak.
Selanjutnya, masukkan air baru dengan kadar salinitas yang memadai. Masukkan air secara bertahap, sampai salinitas tambak sudah kembali ideal.
Jangan lupa untuk selalu menghidupkan kincir saat memasukkan air baru, supaya salinitas lebih gampang tercampur agar udang lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru yang sudah diperbarui.
Penutup
Curah hujan tinggi dan berlangsung lama dapat mempengaruhi salinitas tambak, utamanya dapat memicu fenomena haloklin, di mana kadar salinitas air permukaan bisa berbeda jauh dibandingkan salinitas air dasar tambak.
Keadaan itu bukanlah keadaan yang ideal untuk udang, akibatnya udang bisa mengalami stres osmotik. Saat udang stres akibat salinitas yang tidak stabil, maka nafsu makannya bisa menurun, pertumbuhan melambat, moltingnya terganggu dan yang paling bisa mati dengan tiba-tiba.
Baca Juga




Komentar