top of page

Peran Aerasi dalam Mencegah Stratifikasi Air Tambak

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 9 Mei
  • 2 menit membaca

Tambak udang sering kali mengalami fluktuasi kualitas air, salah satunya adalah terbentuknya stratifikasi atau lapisan. Kondisi ini membuat badan air memiliki perbedaan sifat antara yang ada di permukaan dan yang di dasar.

 

Biasanya, air yang ada di permukaan tambak sering mengalami peningkatan suhu, artinya air akan terasa jauh lebih hangat dari yang ada di dasar. Tidak hanya itu, kadar oksigen juga lebih banyak yang di permukaan ketimbang yang ada di dasar.


 

Bisa dikatakan kalau stratifikasi yang terbentuk pada air tambak ini sangat mengganggu, karena bisa membuat udang stres. Karena dampaknya tidak main-main, maka stratifikasi sudah sepatutnya dicegah. Cara paling ampuh yang bisa dilakukan ialah memaksimalkan penggunaan aerator.

 

Fungsi Aerasi Tambak Udang

Tidak hanya petambak, orang awam sekalipun paham bahwa aerasi yang diciptakan oleh aerator berfungsi untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tambak.

 

Namun, fungsinya tidak hanya sebatas itu. Aerasi yang dihasilkan ternyata bisa dipakai untuk mencegah pembentukan stratifikasi air. Berikut ini beberapa manfaat aerasi dalam mencegah stratifikasi.


1. Menjaga Distribusi Oksigen Merata

Aerator tambak seperti kincir air memang digunakan untuk menyuplai oksigen ke dalam tambak, tapi lebih dari itu ia juga bisa membantu menyebarkan oksigen secara menyeluruh ke seluruh area, termasuk ke bagian dasar.

 

Dengan kadar oksigen yang menyeluruh, maka perbedaan kadar oksigen antara air permukaan dan air dasar tambak bisa dicegah, artinya stratifikasi sudah berhasil dicegah.

 

2. Mengurangi Penumpukan Gas Beracun

Tambak dengan air yang memiliki lapisan oksigen berbeda, biasanya di bagian dasar sering sekali menjadi tempat menumpuknya gas beracun.


Dengan aerasi yang memadai, penumpukan gas di dasar tambak bisa diatasi, karena dekomposisi yang terjadi akan lebih maksimal karena adanya oksigen yang memadai.

 

3. Menstabilkan Suhu Air Tambak

Suhu air yang berbeda antara air permukaan dan air dasar sering sekali terjadi dan ini bisa meningkatkan stres pada udang.


Dengan adanya aerasi yang optimal, suhu bisa lebih homogen antara permukaan dan dasar, karena aerator akan mengaduk dan mencampur massa air, sehingga suhunya juga ikut tercampur dan membaur.

 

Tips Mengoptimalkan Aerator Tambak

Supaya aerasi yang terbentuk lebih maksimal dan efektif, maka penggunaan aerator harus dioptimalkan. Ini dia caranya!


  • Kalau Anda menggunakan aerator jenis kincir, maka jumlahnya harus sesuai dengan luas tambak dan kepadatannya.


  • Kincir harus terus beroperasi di siang hari, karena di waktu tersebut matahari lagi terik-teriknya, jadi perlu pengadukan air untuk menjaga suhu tetap stabil.


  • Selanjutnya, kincir juga sebaiknya dioperasikan lebih lama di malam hari untuk menjaga oksigen tetap stabil, karena di malam hari oksigen rawan menurun.


  • Penempatan kincir juga harus dikondisikan dengan bentuk tambak, usahakan agar arus yang terbentuk menyebar sempurna ke seluruh area tambak. Jangan sampai ada area yang tidak teraerasi dengan baik, supaya tidak menjadi zona mati yang minim oksigen.



Baca Juga

Komentar


bottom of page