top of page

Dampak Stratifikasi terhadap Kualitas Air Tambak Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 8 Mei
  • 2 menit membaca

Banyak orang menganggap kalau usaha budidaya udang adalah usaha yang bisa memberikan keuntungan besar, tanpa memikirkan rintangan saat menjalankannya. Orang tidak berpikir kalau usaha budidaya udang banyak sekali permasalahannya, terutama pada kualitas air.


 

Mulai dari parameter yang naik turun, penguapan air hingga terciptanya stratifikasi. Meskipun jarang terdengar, tapi stratifikasi termasuk permasalahan yang paling sering terjadi.

 

Apa Itu Stratifikasi Air pada Tambak Udang?

Stratifikasi air dalam budidaya udang merujuk pada kondisi di mana air tambak membentuk lapisan dan setiap lapisannya memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda. Stratifikasi yang sering terjadi dalam tambak adalah stratifikasi suhu.

 

Penyebab stratifikasi suhu adalah sinar matahari yang terik ketika siang atau musim kemarau. Kondisi tersebut membuat suhu di air permukaan lebih panas dibandingkan dengan suhu air di dasar.

 

Sebenarnya, stratifikasi suhu bisa menjadi lebih parah ketika kedalaman air tambak terlalu tinggi, aerasi tidak memadai, serta banyaknya lumpur yang mengendap di dasar tambak.

 

Dampak Stratifikasi Air terhadap Kualitas Air Tambak Udang

Dari yang sudah dijelaskan di atas, bisa disimpulkan kalau stratifikasi membuat tambak tidak stabil. Ketika tambak tidak kondusif, maka akan ada dampak buruk yang dihasilkan, di antaranya:

1. Menurunkan Oksigen Terlarut

Dampak utama ketika air tambak membentuk lapisan suhu adalah kurangnya kadar oksigen terlarut. Kenapa bisa begitu? Karena permukaan yang terlalu panas membuat molekul oksigen sulit terikat dengan molekul air.

 

Akibatnya, oksigen tidak bisa masuk ke dasar, artinya oksigen di bagian dasar tambak sangat minim. Sementara itu, udang sangat suka berenang dan beraktivitas di dasar tambak. Jika kondisi ini terjadi berkepanjangan, maka udang bisa stres dan mati.

 

2. Memicu Terbentuknya Gas Beracun

Oksigen dalam air tambak bukan hanya dibutuhkan udang untuk bernapas, tapi juga dibutuhkan bakteri pengurai untuk menguraikan limbah organik yang ada di dasar tambak. Ketika oksigen tidak terpenuhi, penguraian tetap berlangsung hanya saja akan terjadi secara anaerob.

 

Produk sampingan dari penguraian anaerob adalah gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida. Sudah minim oksigen ditambah munculnya gas beracun, ini akan menjadi kombo mematikan untuk udang.

 

3. Menyebabkan Fluktuasi pH

Stratifikasi yang terbentuk biasanya akan diikuti dengan perbedaan kadar pada parameter lain, contohnya pH.  Lapisan atas, akan lebih tinggi pH-nya karena aktivitas fotosintesis plankton sangat tinggi. Berbeda dengan lapisan bawah, pH cenderung asam karena pembusukan bahan organik terjadi di sana.

 

Cara Mencegah Stratifikasi Air di Tambak Udang

Untuk membuat air tambak tetap homogen baik secara fisik maupun kimia, yang paling utama untuk dilakukan petambak adalah mengoptimalkan penggunaan kincir air. Gunanya kincir ialah untuk mengaduk air dan memaksa oksigen masuk.

 

Selanjutnya, bersihkan lumpur tambak agar dekomposisi bisa berjalan lebih baik dan tidak memicu pembentukan gas beracun. Terakhir, jaga agar kedalaman kolam tetap ideal di angka 1,2-1,5 meter supaya suhu permukaan dan suhu dasar bisa lebih sama.



Baca Juga

Komentar


bottom of page