top of page

Memahami Dua Jenis Stratifikasi Utama pada Budidaya Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 6 Mei
  • 2 menit membaca

Stratifikasi suhu dalam budidaya udang sepertinya hal yang lumrah terjadi, apalagi saat musim kemarau. Suhu tinggi yang dihasilkan terik matahari akan membuat air permukaan tambak lebih panas dari air yang ada di dasar tambak.

 

Meski lumrah, fenomena ini tetap saja bisa membuat udang stres. Selain stratifikasi suhu akibat panas matahari, ada satu jenis stratifikasi yang juga lumrah terjadi terutama saat musim hujan, yaitu stratifikasi salinitas.


 

Petambak harus memahami kedua jenis stratifikasi ini, supaya bisa mengatasi bahkan mencegahnya dengan baik.

 

1. Stratifikasi Suhu (Termoklin)

Pertama, stratifikasi suhu atau yang disebut dengan Termoklin. Seperti yang sudah disebutkan di atas, stratifikasi ini bisa muncul karena adanya radiasi dari cahaya matahari yang intens.

 

Proses terbentuknya, cahaya matahari akan membuat air di permukaan lebih hangat dan massa jenisnya akan menjadi lebih rendah.


Sementara itu, bagian dasar yang tidak terkena matahari langsung akan lebih dingin suhunya dan massa jenisnya tentu lebih berat dari air permukaan.

 

Bahaya yang ditimbulkan dari perbedaan suhu antara permukaan dan dasar adalah oksigen akan lebih sulit mengikat molekul air, artinya oksigen hanya singgah sesaat dan tidak sampai masuk ke area dasar. Dengan keadaan seperti itu, maka dasar tambak akan rawan mengalami defisit oksigen.

 

2. Stratifikasi Salinitas (Haloklin)

Stratifikasi salinitas atau disebut dengan Haloklin adalah kondisi di mana air membentuk lapisan berdasarkan kadar garam yang berbeda.

 

Tambak bisa mengalami kondisi ini ketika terkena hujan lebat. Air hujan yang tawar punya massa jenis yang lebih ringan ketimbang air tambak yang asin, jadi air tawar ini akan mengapung di permukaan, seolah membentuk lapisan baru di atas tambak.

 

Adanya lapisan air tawar di permukaan tambak membuat pertukaran gas terhambat, terutama oksigen. Jadi, oksigen juga akan sulit untuk masuk ke daerah dasar tambak.


Ini tidak bagus, karena udang cenderung suka bermain di dasar tambak, sementara oksigennya tidak tercukupi tentu akan membuatnya stres.

 

Cara Mengantisipasi Keduanya

Untuk mengatasi termoklin, langkah paling mudah adalah memaksimalkan penggunaan kincir, terutama di siang hari saat matahari lagi terik-teriknya.

 

Kincir akan mencampur air permukaan dan air dasar hingga suhunya benar-benar homogen. Kincir juga akan memaksa oksigen untuk masuk ke dasar tambak, jadi oksigen akan terus tersedia baik di permukaan maupun di dasar tambak.

 

Sementara itu, untuk mengatasi haloklin secara efektif ialah dengan membuang air tawar yang ada di permukaan hingga kadar salinitas benar-benar kembali normal.

 

Selanjutnya, rutinlah mengukur parameter air secara vertikal, terutama kadar suhu, oksigen dan salinitas.


Jangan hanya fokus pada kualitas air yang ada di permukaan saja, karena air bagian bawah sangat dibutuhkan oleh udang, karena mereka hampir cenderung melakukan aktifitasnya di dasar tambak.



Baca Juga

Komentar


bottom of page