Solusi Mengatasi Stratifikasi Suhu pada Tambak Udang
- Redaktur: Audri Rianto
- 5 Mei
- 2 menit membaca
Air tambak harus terus dalam keadaan stabil, terutama suhunya. Sebab, suhu air tambak seringkali berbeda antara suhu pada air permukaan dan suhu pada air dasar. Perbedaan suhu ini menciptakan lapisan air yang disebut dengan stratifikasi suhu.
Kondisi ini tidak bisa dibiarkan saja, karena tambak bisa berpotensi menciptakan zona mati di dasar tambak. Ini tentu bukanlah hal yang baik, karena sangat mengancam nyawa udang.

Sumber: globalseafood.org
Untuk mendeteksi apakah tambak yang Anda kelola mengalami stratifikasi suhu atau tidak, caranya ialah dengan melakukan pengecekan suhu secara vertikal. Bandingkan suhu di permukaan dan di dasar, jika ada perbedaan sampai 2°C, maka stratifikasi suhu di tambak sedang terjadi.
Mengapa Stratifikasi Suhu Harus Dipecah?
Stratifikasi suhu di tambak harus segera ditangani dan dibuat menjadi homogen secepatnya, karena perbedaan suhu yang terbentuk bisa menyebabkan massa jenis air juga berbeda, membuatnya sulit bercampur.
Akibatnya, oksigen yang ada di permukaan akan sulit masuk ke dasar tambak, membuat wilayah dasar minim oksigen. Kondisi ini sangat rawan memicu pembentukan gas beracun semacam amonia dan hidrogen sulfida.
Anda tidak perlu panik, karena permasalahan semacam ini masih tergolong gampang untuk diatasi. Berikut ini cara efektifnya.
1. Optimalisasi Kincir Air
Jangan hanya menganggap kincir air sebagai alat pemasok oksigen saja, karena fungsinya di tambak lebih dari itu. Kincir juga berperan dalam mengaduk air secara vertikal ke dalam. Adukan yang tercipta bisa membuat air tercampur dengan baik, membuat suhu menjadi lebih homogen.
Untuk mewujudkan itu semua, kincir harus diatur dengan baik. Usahakan daun kincir masuk ke dalam air minimal 20-25 cm agar adukan yang terbentuk lebih maksimal.
Waktu pengoperasiannya juga harus diperhatikan, karena radiasi matahari intens di siang hari, maka pastikan kincir tetap hidup dengan maksimal di siang hari, mulai dari pukul 11.00 hingga 14.00.
2. Penerapan Teknologi Aerasi Dasar
Jika ingin lebih cepat lagi, petambak bisa menggunakan aerator submersible seperti Turbo Jet Aerator. Alat ini akan memasok oksigen langsung ke bagian dalam air, sehingga pengadukannya akan lebih efektif.
Stratifikasi suhu akan lebih cepat teratasi, air juga akan lebih kaya oksigen dalam waktu singkat terutama di area-area yang sulit dijangkau oleh kincir.
3. Manajemen Kedalaman dan Sirkulasi Air
Kekuatan aerasi dan kedalaman kolam harus selaras, jangan sampai kolam terlalu dalam karena bisa membuat aerasi tidak maksimal menjangkau sampai ke dasar. Untuk itu atur agar kedalaman air berada di kisaran 1,2-1,5 meter saja.
4. Penggunaan Peneduh pada Kolam Kecil
Opsi terakhir, Anda bisa menggunakan peneduh seperti jaring atau paranet di atas tambak, terutama tambak dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Adanya paranet akan menurunkan intensitas cahaya matahari yang langsung menyinari permukaan air, sehingga suhu permukaan bisa lebih stabil dan tidak mengalami kenaikan yang drastis.
Baca Juga




Komentar