top of page

Pengaruh Pakan Fermentasi terhadap Kualitas Air Tambak Udang

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 14 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Pakan fermentasi saat ini sudah banyak digunakan petambak untuk meningkatkan efisiensi pakan. Dengan metode fermentasi yang tepat, pakan bisa lebih mudah dicerna udang, nutrisinya juga dapat diserap sepenuhnya sehingga pertumbuhan udang dapat berjalan dengan semestinya.

 

Selain baik untuk pertumbuhan udang, pakan fermentasi juga memberikan pengaruh positif terhadap kualitas air tambak. Berikut ini penjelasan ringkas mengenai pengaruh pemberian pakan fermentasi terhadap kualitas air tambak.

 

Mengurangi Sisa Pakan di Dasar Tambak

Secara umum, sisa pakan yang tidak termakan pada tambak seringkali menjadi penyebab menumpuknya bahan organik di dasar tambak. Tumpukan limbah tersebut akan mengalami penguraian dan menimbulkan gas beracun.

 

Dengan pemberian pakan fermentasi, sisa pakan ini bisa dikurangi secara signifikan. Proses fermentasi dapat mengubah karakteristik pakan, membuatnya lebih mudah dicerna udang. Daya cerna yang meningkat, membuat jumlah pakan yang dikonsumsi udang juga meningkat sehingga pakan yang terbuang akan sangat minim.

 

Ini berarti bahan organik yang akan menumpuk di dasar kolam juga akan berkurang, membuat kualitas air menjadi lebih baik.

 

Berpengaruh terhadap Amonia dan Nitrit

Tumpukan bahan organik yang berkurang, membuat aktivitas mikroorganisme pengurai tidak semasif sebelumnya. Proses nitrifikasi bisa berjalan dengan baik, tanpa menimbulkan amonia dan nitrit secara berlebihan.

 

Penggunaan pakan fermentasi memang bisa mengurangi beban nitrogen dalam air, namun jumlah pemberiannya tetap harus terukur. Jangan memberikan pakan fermentasi secara berlebihan, karena juga akan meningkatkan bahan organik air.

 

Memengaruhi Oksigen Terlarut

Pemberian pakan fermentasi juga sangat berpengaruh terhadap keberadaan oksigen terlarut. Ketika sisa pakan dan bahan organik yang menumpuk di dasar menjadi sedikit jumlahnya, maka mikroorganisme tidak butuh banyak oksigen untuk melakukan penguraian terutama di malam hari.

 

Risiko hipoksia pada udang terutama di malam hari bisa dicegah dengan baik melalui pemberian pakan fermentasi, namun tetap harus dibarengi dengan pengelolaan aerasi yang baik.

 

Tidak Boleh Mengabaikan Proses Fermentasi

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari pakan fermentasi, maka proses pembuatannya harus diperhatikan dengan baik karena fermentasi yang tidak terkontrol malah bisa merubah pH, aroma, tekstur, atau senyawa tertentu yang justru mengganggu kualitas pakan dan air tambak.

 

Perhatikan dosis fermentasinya, jenis mikroorganisme yang digunakan, lama fermentasi, kondisi penyimpanan serta kebersihan tempat. Jika pakan menunjukkan tanda adanya kerusakan atau proses fermentasi terlihat tidak normal, sebaiknya jangan diberikan kepada udang.

 

Kesimpulan

Pengaruh pakan fermentasi terhadap kualitas air tambak tidak bisa dilihat dari cara penggunaannya saja, tapi juga dari cara pembuatannya. Manfaat pakan fermentasi bisa terlihat sangat bergantung pada kualitas fermentasi, dosis pemberian, tingkat konsumsi udang, serta manajemen tambak secara keseluruhan.

 

Penggunaannya tetap harus sesuai dengan kebutuhan udang. Jangan menebarnya secara berlebihan, karena itu sama saja dapat meningkatkan akumulasi bahan organik dasar tambak.



Baca Juga

Komentar


bottom of page