top of page

Meningkatkan Nilai Cerna Pakan Udang Vaname Melalui Proses Fermentasi

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 9 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Budidaya udang sangat boros pakan, bahkan bisa mencapai 60% hingga 70% dari total biaya produksi dihabiskan hanya untuk pakan. Biaya produksi sebanyak itu akan menjadi sia-sia jika efisiensi pakan tidak optimal.


 

Salah satu tanda pakan yang diberikan sudah efisien adalah nilai FCR rendah. Artinya pakan tercerna dengan baik dan menghasilkan biomassa.


Ada cara yang bisa dilakukan petambak agar efisiensi pakan bisa dicapai, yaitu dengan memfermentasikan pakan sebelum diberikan kepada udang.

 

Mengapa Nilai Cerna Pakan Itu Penting?

Udang punya sistem pencernaan yang pendek dan sederhana, jadi pakan dengan molekul kompleks seringnya tidak bisa terserap dengan optimal dan akhirnya hanya akan menjadi limbah organik yang dibuang berbarengan dengan kotoran.

 

Pakan yang tidak tercerna ini tentu merugikan petambak, karena nutrisinya tidak maksimal diserap udang membuat pertumbuhannya tidak optimal, selain itu kotoran yang masih mengandung nutrien tadi bisa membuat kualitas air memburuk sewaktu-waktu.

 

Untuk itu, meningkatkan daya cerna udang sangat penting dilakukan agar nutrisi pada pakan bisa terserap dengan baik dan tidak meninggalkan nutrien pada feses. Tidak hanya itu, laju pertumbuhan udang juga akan menjadi lebih baik dan cepat besar.

 

Peran Fermentasi dalam Meningkatkan Kualitas Pakan

Sederhananya, fermentasi adalah proses perombakan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan probiotik atau mikroorganisme. Dampak positif yang terjadi ketika pakan difermentasi dengan baik adalah:


  • Pecahnya Senyawa Kompleks:

    Pakan olahan seringkali mengandung makromolekul seperti protein dan karbohidrat. Terkadang, udang masih kesulitan untuk mencerna makromolekul tersebut, sehingga tidak terserap dengan baik.

     

    Dengan fermentasi, makromolekul bisa diurai menjadi asam amino bebas dan gula sederhana yang jauh lebih mudah diserap oleh saluran pencernaan udang.

     

  • Penurunan Zat Anti-Nutrisi

    Beberapa bahan pakan berbasis nabati sering mengandung zat anti-nutrisi seperti asam fitat yang bisa mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap atau memanfaatkan zat gizi.

     

    Zat anti-nutrisi ini bisa didegradasi dengan enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme dalam proses fermentasi.


  • Peningkatan Probiotik Alami

    Pakan hasil fermentasi tentu mengandung bakteri baik yang sangat tinggi. Bakteri ini sangat baik untuk menjaga sistem pencernaan udang dari bakteri patogen yang mencoba masuk. Imunitas udang menjadi lebih kuat dan tahan terhadap serangan penyakit.

 

Manfaat Nyata bagi Petambak

Selain baik bagi tubuh udang sendiri, memfermentasi pakan juga memberikan manfaat nyata bagi petambak, seperti penurunan FCR yang berimbas pada efisiensi biaya pakan. Kualitas air tambak juga menjadi lebih terjaga, berkat penurunan kadar sisa pakan yang terbuang sehingga amonia dan nitrit tidak mudah terbentuk.

 

Penyerapan nutrisi yang optimal memungkinkan udang dapat tumbuh dengan serentak dan tidak mudah sakit, sehingga bisa dipanen tepat waktu.



Baca Juga

Komentar


bottom of page