top of page

Pakan Udang Perlu Difermentasi atau Tidak? Ini Pertimbangannya

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 23 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

Pakan menjadi faktor penentu laju pertumbuhan udang. Pakan yang tepat dengan nutrisi seimbang bisa membuat udang tumbuh dengan baik dan sehat hingga masa panen tiba. Pemilihan pakan yang tepat, salah satu syaratnya adalah harus mudah dicerna oleh udang dan nutrisinya bisa diserap secara maksimal.


 

Fermentasi pakan menjadi solusi jitu guna meningkatkan daya cerna dan daya serap nutrisi pada pakan. Metode ini tentu harus disesuaikan dengan kondisi fisik pakan, kualitas air tambak, fase budidaya, serta kebutuhan nutrisi udang.

 

Supaya petambak tidak salah langkah dan keliru, berikut ini beberapa paduan mengenai kapan waktu yang tepat untuk memfermentasi pakan udang dan kapan pakan tidak perlu difermentasi.

 

Kapan Pakan Udang Perlu Difermentasi?

Fermentasi pakan bisa memberikan dampak positif selama diterapkan dengan alasan teknis yang jenis. Beberapa kondisi yang mengharuskan untuk melakukan fermentasi pakan:


  • Meningkatkan Kecernaan Nutrisi Pakan 

    Fermentasi memang bisa meningkatkan kecernaan nutrisi dalam pakan. Mikroorganisme yang digunakan selama proses fermentasi akan memecah molekul kompleks dalam pakan dan mengubahnya menjadi senyawa yang lebih sederhana.

     

    Proses ini nantinya akan mempermudah organ pencernaan udang untuk menyerap nutrisi yang ada dengan lebih baik hingga tidak ada lagi nutrisi yang terbuang lewat feses karena pakan tidak tercerna secara optimal.

     

  • Menurunkan Senyawa Antinutrisi

    Terkadang, pakan udang ada yang terbuat dari bahan baku pakan yang mengandung zat antinutrisi. Zat ini bisa membuat penyerapan gizi terhambat. Dengan melakukan fermentasi, zat antinutrisi ini bisa diturunkan kadarnya sehingga pakan menjadi lebih aman untuk dikonsumsi udang dan nutrisinya bisa terserap maksimal.


  • Mengoptimalkan Ketersediaan Nutrien 

    Fermentasi yang dilakukan dengan baik, seperti menggunakan jenis mikroorganisme dan durasi yang tepat bisa membuat ketersediaan vitamin dan asam amino dalam pakan meningkat. Ini tentu akan membuat udang menjadi lebih sehat dan tahan terhadap infeksi.

     

  • Merangsang Respons Makan Udang

    Memfermentasi pakan saat udang mengalami penurunan nafsu makan juga menjadi pilihan yang tepat. Pakan fermentasi bisa membuat aroma dan karakteristik pakan menjadi lebih baik. Ini akan memberikan daya tarik tambahan bagi udang, sehingga mereka terdorong untuk memakannya.


    Namun, tetap saja petambak harus memeriksa penyebab utama mengapa nafsu makan udang bisa menurun, supaya masalah utamanya bisa teratasi dengan tepat waktu.

 

Kapan Pakan Udang Sebaiknya TIDAK Difermentasi?

Memfermentasi pakan untuk udang memang memberikan banyak manfaat. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat pakan sebaiknya tidak difermentasi, karena bisa menurunkan tingkat keefektifan pakan itu sendiri.


  • Pakan Komersial Sudah Diformulasikan Optimal

    Alasan utama pakan udang difermentasi adalah supaya udang bisa lebih gampang dicerna udang. Sedangkan pakan komersial atau pabrikan sudah dirancang demikian. Pakan pabrikan punya nutrisi yang seimbang, tekstur yang mudah dicerna dengan kadar air yang cukup dan ketahanan dalam air yang pas.

     

    Memfermentasi pakan dengan kondisi seperti itu justru meningkatkan risiko kerusakan tekstur pada fisik pakan, karena bisa membuat pakan menjadi lebih lembek dan gampang terurai dalam air.


  • Keterbatasan Kontrol

    Memfermentasi pakan bukan hanya sekedar memberikan probiotik ke dalam pakan. Ada kontrol yang harus dijaga ketat, mulai dari dosis, tingkat kelembapan, kebersihan hingga suhu ruang.


    Jika kontrol tersebut terbatas dan tidak maksimal, fermentasi bisa gagal dan malah bisa menyebabkan bakteri patogen tumbuh dalam pakan. Kondisi ini tentu bisa membuat pakan menjadi beracun bagi udang.

     

  • Kondisi Udang dan Tambak Sudah Stabil

    Fermentasi udang sejati untuk meningkatkan serapan nutrisi pakan oleh udang. Namun, ketika udang menunjukkan kondisi yang stabil, seperti nilai Feed Conversion Ratio (FCR)  yang terjaga, pertumbuhannya sesuai target dan parameter air selalu stabil. Maka tidak ada alasan untuk melakukan fermentasi pakan.



Baca Juga

Komentar


bottom of page