top of page

pH Air Tambak Berbeda Antara Siang dan Malam. Ini Penyebabnya

Redaktur: Audri Rianto
18 jam yang lalu
2 menit membaca

Setiap parameter kualitas air sangat penting dan berpengaruh terhadap keberhasilan tambak udang. Kali ini, kita akan membahas mengenai pH air tambak yang juga kadarnya berubah saat malam hari. Sama seperti oksigen, pH air juga mengalami penurunan saat malam hari.


 

Penurunan pH ketika malam hari juga hal yang wajar terjadi di dalam tambak udang. Namun, penurunannya tidak boleh terlalu tajam, karena berpotensi membuat udang stres, rentan sakit, dan mengganggu produktivitasnya.

 

Lantas, apa yang membuat dinamika pH air ini bisa terjadi? Berikut ini penjelasan mendalamnya.

 

pH Air Tambak Meningkat di Siang Hari

Nilai pH yang meningkat di siang hari sebenarnya tidak jauh-jauh dari kadar oksigen terlarut dalam tambak. Saat siang, fotosintesis oleh fitoplankton terjadi secara masif, oksigen yang dihasilkan juga sedang tinggi-tingginya. Namun, di saat bersamaan penyerapan karbon dioksida dalam air juga terjadi tanpa henti.

 

Kadar karbon dioksida yang berkurang drastis ini membuat keseimbangan kimiawi air bergeser. Karbon dioksida yang terus menurun memicu kenaikan pH air sehingga cenderung bersifat basa. Apalagi ketika cuaca sedang panas terik, pH bisa melonjak hingga di angka 8,2 hingga 8,5.

 

Penyebab pH Air Tambak Turun di Malam Hari

Saat malam tiba, pH air akan mengalami penurunan drastis menjadi lebih asam. Ketika matahari terbenam, fotosintesis akan berhenti total. Semua organisme yang ada di dalam tambak tetap melakukan respirasi dengan menyerap oksigen dan menghasilkan karbon dioksida.

 

Sepanjang malam, organisme tambak terus melakukan respirasi hingga membuat karbon dioksida terus mengalami peningkatan. Akumulasi  yang terjadi sepanjang malam akan bereaksi dengan air dan membentuk asam karbonat (asam lemah).

 

Karena penumpukan asam ini terus terjadi, maka pH air juga turun menurun. Kondisi ini akan terus berlangsung hingga dini hari menjelang matahari terbit.

 

Bahaya Fluktuasi pH Ekstrem bagi Udang Vaname

Nilai pH air yang berbeda antara siang dan malam sudah menjadi hal yang wajar terjadi dalam budidaya udang, selama selisih perubahannya tidak lebih dari 0,5 sampai 1. Ketika fluktuasi terjadi lebih dari batas toleransi tersebut, udang bisa stres berat.

 

Jika udang sudah mengalami stres akut, maka sistem kekebalannya akan melemah, rentan mengalami infeksi hingga memicu gagal molting.

 

Strategi Menjaga Kestabilan pH Air Tambak

Fluktuasi pH di siang dan malam hari memang wajar terjadi, hanya saja ada risiko kerugian apabila fluktuasi yang terjadi terlalu ekstrem. Untuk mencegah hal tersebut, petambak perlu menerapkan beberapa strategi yang tepat, mulai dari:

 

Menjaga Standar Alkalinitas

Memastikan kadar alkalinitas air berada di angka 100-150 ppm untuk menjaga kadar fluktuasi tetap normal, sehingga pH terus dalam keadaan stabil. Cara menjaga kadar alkalinitas ialah dengan rutin melakukan pengapuran, bisa dengan dolomit atau kalsium karbonat.

 

Kontrol Kepadatan Plankton

Populasi plankton dalam air juga harus dikontrol, jangan sampai terlalu banyak karena bisa memicu blooming alga. Tanda air dengan kadar plankton yang terlalu tinggi adalah air terlihat berwarna hijau pekat. Solusinya ialah membuang air dasar tambak dan menggantinya dengan air baru secara bertahap.

 

Optimalkan Kinerja Kincir Air

Selanjutnya ialah memastikan aerasi berjalan dengan optimal, apalagi saat malam hari. Aerasi yang cukup dapat membantu melepaskan gas  ke udara bebas, jadi pH tidak mudah menurun saat malam hari.



Baca Juga

Komentar


bottom of page