Perbedaan Kondisi Tambak Udang Saat Siang dan Malam Hari
Untuk menciptakan tambak udang yang produktif, kondisi tambak harus terus dalam keadaan stabil. Sayangnya, hal itu mustahil bisa terwujud sebab kondisi tambak tidak bisa benar-benar stabil sepanjang hari.

Sumber: hitechbioculture.com
Setidaknya, dalam 24 jam tambak akan mengalami fluktuasi kualitas air bergantung pada intensitas cahaya matahari, aktivitas plankton, dan respirasi organisme di dalamnya.
Artinya, kondisi tambak udang saat siang dan malam hari akan berbeda. Hal tersebut haruslah dipahami oleh patambak dengan seksama, karena perubahan yang terjadi sangat mempengaruhi nafsu makan udang, metabolisme, pertumbuhan hingga tingkat stresnya.
Apa yang Terjadi pada Tambak Udang Saat Siang Hari?
Ketika siang, fitoplankton yang ada di dalam tambak akan melakukan fotosintesis dengan bantuan cahaya matahari. Proses ini nantinya akan menggantikan karbon dioksida yang ada menjadi oksigen. Dengan kata lain, kadar oksigen dalam tambak akan meningkat terbantu oleh proses fotosintesis.
Selain oksigen yang naik, pH air juga mengalami hal yang sama. Banyaknya karbon dioksida dalam air yang diserap fitoplankton untuk melakukan fotosintesis ternyata membuat pH air meningkat.
Suhu air tambak juga ikut meningkat di siang hari akibat paparan matahari. Jadi, meskipun DO air mengalami peningkatan, namun suhu air jadi terlalu panas, maka kebutuhan oksigen udang juga akan meningkat karena suhu tinggi meningkatkan metabolismenya.
Kondisi Tambak Udang Saat Malam Hari
Memasuki malam hari, fotosintesis oleh fitoplankton akan berhenti total. Peran fitoplankton juga berbubah, dari penghasil oksigen kini jadi penyerap oksigen melalui proses respirasi.
Beralihnya peran fitoplankton ini membuat konsumsi oksigen tambak di malam hari semakin meningkat. Pada situasi seperti ini, kadar oksigen terlarut dalam tambak rawan drop apabila tidak dilakukan optimalisasi aerasi.
Aktivitas respirasi seluruh organisme secara bersamaan juga menghasilkan karbon dioksida yang tinggi. Akumulasi ini rawan membuat pH air menurun, namun asalkan penurunan yang terjadi tidak ekstrem, itu masih bisa ditoleransi oleh udang.
Menjelang Subuh Menjadi Waktu Paling Kritis
Di dalam ekosistem tambak, periode malam hingga subuh adalah waktu yang kritis dan perlu diwaspadai.
Pada waktu tersebut, kadar oksigen yang sudah digunakan berjam-jam oleh seluruh organisme sudah berada di titik terendahnya, namun selama kadarnya tidak sampai di bawah 4 mg/L udang masih bisa bertahan dan melewati masa-masa kritis tersebut.
Apabila kadar oskigen kurang dari 4 mg/L biasanya udang akan memperlihatkan tanda kekurangan oksigen, seperti berkumpul di sekitar kincir dan sering berenang di permukaan air.
Jika Anda sudah melihat perilaku seperti itu, sebaiknya aerator ditambah guna meningkatkan kadar oksigen untuk menghindari kematian massal.
Penting Melakukan Pemantauan di Pagi dan Malam Hari
Memantau kualitas air sebaiknya tidak hanya dilakukan sekali dalam satu hari. Pemantauan baiknya dilakukan di pagi dan malam supaya petambak tahu seberapa besar fluktuasi harian yang terjadi.
Setelah memahami pola penurunan yang terjadi, petambak bisa leluasa untuk mengatur kadar aerasi, pemberian pakan, serta manajemen kualitas air secara lebih tepat.
Baca Juga




Komentar