Mengapa Oksigen Terlarut Tambak Cenderung Menurun pada Malam Hari?
Salah satu parameter penting yang dapat menentukan keberhasilan budidaya udang vaname adalah oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen (DO). Tersedianya oksigen dalam tambak dengan kadar yang cukup dapat membantu udang terus bernapas, mempertahankan metabolisme dan membantu proses pertumbuhannya.

Sumber: wartanionline.com
Jika diperhatikan, kadar oksigen terlarut dalam tambak akan berbeda kadarnya pada waktu siang dan malam hari. Saat malam hari, kadar oksigen cenderung mengalami penurunan. Kondisi seperti ini sebenarnya wajar terjadi akibat dari perubahan aktivitas biologis perairan.
Untuk memahami lebih jauh, berikut ini beberapa hal yang menyebabkan kadar oksigen terlarut tambak bisa mengalami penurunan saat malam hari.
Mengapa Oksigen Tambak Menurun pada Malam Hari?
Menurunnya kadar oksigen terlarut tambak di malam hari sebenarnya hal yang lumrah, namun bukan berarti hal tersebut terjadi begitu saja. Ada beberapa proses yang terjadi bersamaan, sehingga membuat kadar oksigen menurun bahkan mencapai titik terendahnya.
1. Fotosintesis Fitoplankton Terhenti
Dalam tambak yang sehat, sudah pasti ditumbuhi oleh fitoplankton atau mikro alga. Fitoplankton ini punya klorofil dan bisa melakukan fotosintesis di siang hari. Fotosintesis sendiri menghasilkan oksigen, sehingga saat siang hari kadar oksigen tambak mengalami peningkatan.
Begitu malam tiba, aktivitas fotosintesis fitoplankton akan berhenti total dan membuat pasokan oksigen dalam tambak berkurang dan hanya mengandalkan kincir air.
Sementara itu, kebutuhan oksigen di dalam tambak tetap berlangsung. Hal inilah yang kemudian membuat kadar oksigen tambak bisa menurun saat malam hari.
2. Respirasi Organisme Secara Bersamaan
Fotosintesis berhenti, maka pasokan oksigen tambahan untuk tambak juga berhenti. Sementara itu, penyerapan oksigen dari banyak organisme tambak terus berlangsung bahkan bertambah, karena fitoplankton saat malam hari berganti peran menjadi respirasi yang juga menyerap oksigen.
Semakin banyak biomassa udang dan kepadatan organisme dalam ekosistem tambak, maka semakin besar pula konsumsi oksigennya ketika malam hari.
3. Penguraian Bahan Organik Membutuhkan Oksigen
Selain respirasi oleh organisme tambak, oksigen juga dibutuhkan bakteri untuk mengurai sumber bahan organik yang mengendap di dasar.
Untuk menguraikan limbah tersebut, bakteri aerob membutuhkan oksigen sebagai sumber energi. Ketika limbah organik yang akan diuraikan terlalu banyak jumlahnya, maka kebutuhan oksigen untuk melakukan dekomposisi juga akan bertambah.
Kondisi ini juga turut mempercepat penurunan oksigen terlarut, terutama di tambak intensif dengan tingkat akumulasi bahan organik yang sangat tinggi.
Cara Menjaga Oksigen Tambak Tetap Stabil
Kadar oksigen terlarut yang turun di malam hari tidak menjadi masalah, selama masih belum sampai di bawah 4 ppm. Demi mencegah penurunan lebih jauh, petambak perlu mematikan kapasitas aerasi sudah sesuai dengan kebutuhan biomassa udang.
Maksimalkan pengoperasian kincir air di malam hari, bila perlu sisipkan aerator tambahan untuk menjaga suplai oksigen. Hal krusial lainnya yang harus dikendalikan ialah pemberian pakan, usahakan tidak overfeeding dan menyisakan sisa-sisa pakan di dasar tambak.
Sebagai petambak, sudah sepatutnya Anda rajin melakukan pemantauan DO khususnya di malam hari hingga menjelang matahari terbit. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat oksigen terlarut di tambak dan memastikan tidak turun hingga lebih dari 4 ppm, karena udang bisa hipoksia jika hal itu terjadi.
Baca Juga




Komentar