Cara Menghitung dan Meningkatkan Carrying Capacity Tambak
- Redaktur: Audri Rianto
- 3 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Demi mengejar target produksi, banyak petambak hanya fokus pada padat tebar yang tinggi dan laju pertumbuhan udang tanpa menghiraukan carrying capacity tambak.

Sumber: sbhmarine.com
Mau sebanyak apapun benur yang ditebar, ketika tambak mulai kehilangan kemampuan untuk menyediakan oksigen dan mendegradasi limbah organik, maka produktivitas tambak tetap akan turun dan risiko gagal panen akan terus tinggi.
Apa Itu Carrying Capacity Tambak Udang?
Carrying capacity atau daya dukung lingkungan tambak adalah kemampuan tambak dalam mendukung kehidupan sejumlah biomassa udang yang ada di dalamnya. Hal ini berkaitan dengan cara tambak menciptakan lingkungan ideal bagi udang untuk terus hidup, mulai dari kemampuan menyediakan oksigen dan mengurai limbah organik.
Setiap kolam tambak punya daya dukungnya sendiri, jadi jangan memaksa ataupun nekat untuk menebar benur melebihi kapasitas kolam tanpa dibarengi dengan manajemen yang baik.
Mengapa Carrying Capacity Penting?
Dengan memahami carrying capacity tambak yang dikelola, petambak bisa menentukan kepadatan yang sesuai dan seimbang sehingga lingkungan tambak tetap mampu mendukung pertumbuhan udang selama siklus budidaya.
Populasi udang yang sesuai dengan kapasitas lingkungan membuat kualitas air mudah untuk dikendalikan. Tidak ada drama fluktuasi kualitas air secara ekstrem. Semua akan berjalan normal, udang terhindar dari stres lingkungan dan pertumbuhannya akan lebih optimal.
Sebaliknya, jika padat tebar di suatu kolam tambak terlalu tinggi hingga melebihi daya dukung lingkungannya, maka kebutuhan oksigen akan meningkat begitu pula dengan produksi limbahnya. Kemampuan tambak untuk mengimbangi kebutuhan tersebut menjadi semakin sulit, kualitas air menjadi tidak terkontrol dan pertumbuhan udang menjadi lambat.
Bagaimana Menghitung Carrying Capacity Tambak?
Petambak harus bisa menghitung carrying capacity dari tambak yang ia kelola. Cara menghitungnya ialah dengan menggunakan luas tambak dan padat tebar ideal. Rumus menghitungnya adalah luas tambak (m²) × padat tebar ideal (ekor/m²).
Biasanya, padat tebar suatu kolam yang baik berkisar 80-120 ekor/m², tergantung dengan sistem budidaya yang dianut.
Jika luas kolam tambak adalah 1.000 m² dan petambak ingin menebar benur sebanyak 100 ekor/m², maka daya dukung maksimal tambak adalah 1.000 × 100 = 100.000 ekor benur.
Cara kedua ialah dengan membandingkan kebutuhan oksigen total udang dan kemampuan tambak memproduksi oksigen. Hitung seberapa besar kebutuhan oksigen harian udang berdasarkan biomassa dan konsumsi oksigen per gram udang.
Lalu, ukur kapasitas produksi oksigen harian tambak. Selanjutnya, sesuaikan kebutuhan oksigen udang dan usahakan tidak melebihi kapasitas produksi oksigen harian tambak.
Cara Meningkatkan Carrying Capacity Tambak
Meningkatkan carrying capacity tambak sebenarnya tidak sulit, selama proses budidaya yang dilakukan tidak melebihi kapasitas lingkungan tambak.
Selanjutnya, barengi pula dengan manajemen yang baik, seperti penggunaan pakan berkualitas, pemberian pakan yang tepat sasaran (tidak overfeeding) dan mengoptimalkan aerasi sesuai dengan kebutuhan oksigen harian biomassa udang.
Jangan lupa juga untuk rutin membuang lumpur tambak yang menumpuk di dasar kolam supaya kualitas air tetap optimal. Serta, jangan lupa untuk melakukan pengelolaan air limbah sebelum dibuang ke lingkungan bebas.
Baca Juga




Komentar