top of page

Seberapa Penting Sertifikasi Tambak Udang Untuk Menembus Pasar Global?

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 3 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Udang punya pangsa pasar yang bagus, bukan cuma di pasar domestik tapi juga di pasar internasional. Mengekspor udang memang menggiurkan, karena keuntungan yang didapat bisa lebih tinggi dibandingkan hanya menjualnya di pasar domestik.


 

Untuk bisa menjual udang ke luar negeri bukan perkara yang mudah. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan guna memenuhi persyaratan, apalagi yang berhubungan dengan masalah keamanan pangan, kualitas produk sampai ke proses budidayanya.

 

Pada momen seperti itulah sertifikasi tambak diperlukan. Sertifikat merupakan modal utama dalam membangun kepercayaan pembeli sekaligus menunjukkan bahwa udang diperoleh dengan cara budidaya yang sehat, aman dan ramah lingkungan.

 

Menjadi Bukti Proses Budidaya yang Baik

Beda dengan pembeli dari pasar domestik yang hanya cenderung melihat kondisi fisik udang. Pembeli di pasar global punya ketertarikan untuk mengetahui bagaimana produk tersebut dihasilkan.

 

Aspek yang diperhatikan seperti pakan yang digunakan, cara pengelolaan kualitas air, obat-obatan yang digunakan sampai penanganan limbah pasca panen. Mereka butuh kejelasan mengenai itu semua.

 

Di Indonesia sendiri ada satu standar yang dikenal dengan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). Ini merupakan standar nasional dalam membangun sistem budidaya yang tertata dan memperhatikan aspek keamanan pangan serta lingkungan.

 

Pasar Ekspor Memiliki Persyaratan yang Ketat

Udang Indonesia sebenarnya punya peluang besar untuk masuk pasar internasional, namun masih banyak pelaku usaha yang enggan beradaptasi dengan persyaratan yang diberlakukan di masing-masing negara tujuan ekspor.

 

Contohnya di pasar Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang, mereka ingin produk yang masuk ke negara mereka bermutu baik dan aman. Bisa dikatakan bahwa mereka butuh kepastian bahwa produk yang akan mereka terima punya riwayat yang jelas dan dapat ditelusuri.

 

Dengan berbekal sertifikasi, tuntutan itu bisa dengan mudah dipenuhi. Sebab, di dalam sertifikasi sudah disematkan catatan budidaya dan penerapan standar yang konsisten, sehingga mudah untuk ditelusuri.

 

Bisa Menambah Daya Saing

Di pasar global, persaingan bukan hanya dari sisi harga saja. Negara produsen lain juga terus meningkatkan kualitas produk dan keberlanjutan dalam sistem budidayanya. Jika petambak Indonesia tidak melakukan hal yang sama, maka produk udang Indonesia semakin jauh tertinggal.

 

Menerapkan standar budidaya yang sehat dan sertifikasi yang sesuai dapat menjadikan produk udang Indonesia punya nilai tambah. Apalagi saat ini konsumen semakin memperhatikan isu lingkungan dan keberlanjutan.

 

Memiliki sertifikasi yang berkaitan dengan praktik budidaya berkelanjutan sudah pasti akan membuka peluang bagi produk untuk menggapai pasar yang lebih luas dan spesifik.

 

Penutup

Jangan beranggapan bahwa sertifikasi adalah jaminan bahwa produk akan langsung diterima di pasar internasional. Adanya sertifikasi hanya untuk memperkuat kredibilitas usaha dan meningkatkan kepercayaan pembeli, dengan begitu potensi produk diterima menjadi semakin besar.

 

Memang untuk mendapatkan sertifikasi perlu modal, namun untuk bersaing di pasar global keberadaan sertifikasi sangat diperlukan. Semakin cepat sertifikasi dipersiapkan, maka semakin besar peluang produk udang Indonesia dilirik konsumen internasional.



Baca Juga

Komentar


bottom of page