Carrying Capacity Tambak Terlampaui, Apa yang Akan Terjadi?
- Redaktur: Audri Rianto
- 1 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Industri budidaya udang modern saat ini didominasi oleh sistem budidaya intensif dengan padat tebar tinggi. Sistem ini memang menawarkan hasil panen yang melimpah, namun risiko kerusakannya juga cukup parah.

Sumber: seafdec.org.ph
Tambak udang sendiri punya daya dukung atau carrying capacity. Daya dukung merujuk pada batas maksimal sebuah kolam dalam menampung beban biologis dan kimia selama proses budidaya berlangsung. Jika terlampaui, maka produktivitasnya akan menurun drastis.
Petambak wajib memahami tanda-tanda tambak mulai mengalami kelebihan beban organik dan cara yang tepat dalam mengelolanya.
Tanda Daya Dukung Tambak Telah Terlampaui
Saat daya dukung suatu tambak sudah terlampaui, itu berarti ekosistem tambak sudah tidak mampu mendaur ulang bahan organik yang ada. Jika sudah begitu, biasanya kolam tambak akan memberikan sinyal, seperti:
Kualitas Air Menjadi Labil
Ketika parameter air sering berfluktuasi tidak menentu, seperti kadar oksigen terlarut yang gampang sekali anjlok secara tiba-tiba maka itu adalah tanda bahwa tambak sudah mulai mengalami kelebihan beban organik.
Pertumbuhan Udang Melambat:
Tanda selanjutnya adalah laju pertumbuhan udang harian mengalami penurunan yang drastis. Meskipun udang dikasih pakan terus, pertumbuhannya stagnan di angka yang sama.
Penumpukan Bahan Organik:
Daya dukung kolam yang terlampaui membuat tambak kesulitan dalam mendegradasi bahan organik. Akhirnya, sisa pakan, kotoran udang dan bahan organik lainnya akan menjadi sangat mudah menumpuk di dasar tambak.
Biaya Pengelolaan Meningkat:
Jika diperhatikan, semakin hari biaya kontrol kualitas air terus mengalami peningkatan. Hal ini bisa terjadi karena bahan organik gampang sekali menumpuk di dasar kolam, membuat amonia dan hidrogen sulfida mudah sekali terbentuk. Mau tidak mau, petambak menjadi lebih sering melakukan kontrol atau pembersihan kolam tambak dan itu membutuhkan biaya.
Cara Ampuh Menjaga Carrying Capacity Tambak Udang
Agar daya dukung tambak tidak mudah terlampaui, lakukan 5 langkah strategis ini.
1. Manajemen Pakan yang Presisi
Pakan termasuk sumber utama limbah organik, jadi pilihlah pakan yang mudah dicerna sekaligus punya tingkat stabilitas dan atraktabilitas yang baik. Pakan juga harus diberikan sesuai dengan kebutuhan udang, jumlah biomassa dan kondisi cuaca, supaya tidak terbuang percuma.
2. Lakukan Siphon dan Pergantian Air Berkala
Jika lumpur tambak dan limbah sudah mulai banyak terakumulasi di dasar, maka segeralah untuk melakukan siphon. Selanjutnya, lakukan pergantian air secara bertahap dan pastikan air pengganti benar-benar bersih dari patogen.
3. Aplikasikan Probiotik secara Teratur
Memberikan probiotik ke dalam kolam tambak memang sangat dianjurkan, supaya penguraian bahan organik menjadi lebih efektif dan cepat. Bahan organik yang terurai lebih cepat dapat memperlambat penumpukan limbah organik di tambak, membuat bakteri patogen gagal berkoloni.
4. Optimalkan Tata Letak dan Penggunaan Aerator
Kincir air sangat dibutuhkan tambak dengan tujuan utama untuk menghasilkan oksigen terlarut. Selain itu, kincir juga punya tugas dalam menyapu sedimen ke titik pengumpulan sebelum akhirnya dibuang ke luar. Untuk itu, gunakan kincir dengan jumlah yang pas dengan luasan kolam. Pastikan juga posisinya sudah benar, supaya penyapuan sedimen berjalan dengan baik.
5. Berikan Jeda Persiapan Antar Siklus (Masa Pengeringan)
Setelah panen, sebaiknya beri jeda waktu untuk menetralkan kolam. Lakukan persiapan yang matang sebelum memulai siklus budidaya yang baru. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan carrying capacity kolam tambak setelah sebelumnya diperas habis.
Baca Juga




Komentar