Tanda Carrying Capacity Tambak Menurun dan Cara Mengatasinya
- Redaktur: Audri Rianto
- 4 jam yang lalu
- 3 menit membaca
Budidaya udang bisa berhasil tidak hanya bergantung pada padat tebarnya yang tinggi, tapi juga pada kondisi ekosistem kolam. Tambak udang sendiri punya ambang batas dalam menerima beban pencemaran atau yang disebut dengan carrying capacity (daya dukung).

Sumber: alibaba.com
Biasanya, tambak dengan padat tebar tinggi namun tidak dibarengi dengan pengelolaan yang baik dapat membuat carrying capacity-nya menurun dan berpotensi gagal panen jika tidak segera ditangani.
Tanda-Tanda Penurunan Carrying Capacity Tambak
Sebagai petambak yang baik, Anda dituntut untuk memahami gejala-gejala yang muncul pada tambak saat carrying capacity-nya mulai menurun. Pemahaman ini penting agar petambak bisa dengan mudah melakukan penanganan demi menghindari risiko gagal panen. Berikut ini beberapa tandanya:
Kualitas Air Gampang Berfluktuasi
Salah satu tanda yang sering muncul saat carrying capacity menurun adalah kualitas air yang gampang berfluktuasi. Seperti Kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) yang sering anjlok tiba-tiba, terutama di malam hari.
Oksigen yang menurun tiba-tiba ini mengindikasikan bahwa beban organik tambak sudah terlalu tinggi, memicu proses penguraian yang membutuhkan lebih banyak oksigen.
Pertumbuhan Udang Melambat
Tanda lainnya bisa dilihat dari laju pertumbuhan udang yang melambat atau stagnan, padahal pakan diberikan sesuai jadwal dan dosis yang pas dengan kebutuhan. Hal ini bisa terjadi karena udang sudah mengalami stres lingkungan yang memicu penurunan nafsu makan.
Akumulasi Sedimen Organik di Dasar Kolam
Akumulasi sedimen di dasar tambak gampang sekali terbentuk karena kolam mulai kesulitan dalam mendegradasi bahan organik.
Ditambah lagi udang mengalami penurunan nafsu makan, artinya banyak pakan yang kemudian terbuang dan menambah tumpukan sedimen di dasar. Kondisi ini sangat berbahaya, karena bisa memicu terbentuknya amonia dan hidrogen sulfida.
Biaya Pengelolaan Meningkat
Jika petambak peka, kondisi-kondisi di atas akan terus ditanggulangi dengan baik untuk mempertahankan produktivitas tambak.
Sayangnya, dari hari ke hari biaya kontrol kualitas air ini semakin meningkat karena bahan organik yang menumpuk terus bertambah setiap waktu. Akibatnya, aktivitas pembersihan kolam tambak menjadi lebih sering dan itu membutuhkan biaya ekstra.
Cara Mengatasi Penurunan Carrying Capacity Tambak
Daya dukung tambak harus dijaga, jika sudah terlanjur menurun sebaiknya segera dipulihkan demi menjaga kelangsungan proses budidaya. Langkah-langkah manajemen yang tepat bisa dimulai dari sini.
Perbaiki Manajemen Pakan
Pemberian pakan harus disesuaikan dengan perkiraan jumlah biomassa dan tingkat respon hariannya. Jangan sampai jumlah pakan yang diberikan melebihi kebutuhan udang, karena itu bisa menambah beban organik di dasar kolam.
Lakukan Penyiponan dan Pergantian Air Berkala
Lumpur tambak yang ada di dasar wajib disedot dan dibuang secara rutin. Langkah ini sangat dianjurkan karena efektif dalam memotong sumber pembentukan gas beracun. Selanjutnya, ganti air tambak dengan yang baru, namun pastikan air yang digunakan sudah bebas dari patogen dan hama.
Optimalkan Aerasi Kolam
Oksigen terlarut harus terus tersedia bagi tambak, karena oksigen tersebut akan dimanfaatkan oleh udang dan bakteri pengurai. Jika oksigen masih sering berfluktuasi terutama di malam hari, maka perlu dilakukan peningkatan. Bisa dengan menambah jumlah kincir atau memperpanjang jam operasionalnya.
Gunakan Probiotik Pengurai
Probiotik pengurai sangat dibutuhkan untuk membantu penguraian limbah organik di dasar tambak. Bahan organik yang terurai optimal akan menyelamatkan tambak dari teror gas beracun dan bakteri patogen.
Beri Jeda Persiapan antar Siklus
Setelah panen, kolam sebaiknya diberi jeda selama beberapa minggu supaya kondisinya kembali netral. Lakukan persiapan kolam, seperti pengeringan, pembalikan tanah, desinfeksi guna membunuh patogen yang tertinggal di kolam dan mengembalikan carrying capacity kolam ke keadaan semula.
Baca Juga




Komentar