Pakan Fermentasi untuk Udang Vaname, Apa Saja Keuntungannya?
- Redaktur: Audri Rianto
- 10 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Budidaya udang masih menjadi komoditas perikanan andalan di Indonesia. Dengan begitu, budidaya udang punya potensi penghasilan yang besar. Pemberian pakan merupakan kunci utama untuk memaksimalkan potensi tersebut.

Sumber: intrafish.com
Saat ini, pakan yang terbuang atau yang tidak dimakan oleh udang masih menjadi permasalahan utama. Selain bisa membuat kualitas air menurun dengan cepat, banyaknya pakan yang terbuang ini menandakan bahwa penyerapan nutrisi udang tidak terjadi secara maksimal.
Saat ini, fermentasi pakan banyak dilakukan oleh petambak karena dianggap bisa meminimalkan jumlah pakan yang terbuang. Artinya, pakan lebih banyak dimakan udang dan penyerapan nutrisinya menjadi lebih baik.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa keuntungan dari memfermentasikan pakan untuk udang.
1. Penyerapan Nutrisi Jauh Lebih Maksimal
Pakan pabrikan seringnya mengandung senyawa kompleks yang sedikit sulit dicerna secara maksimal oleh organ pencernaan udang. Memfermentasinya dengan probiotik Lactobacillus atau Bacillus dapat memecah senyawa kompleks tersebut menjadi senyawa yang lebih sederhana.
Hal tersebut sangat membantu organ pencernaan udang, sehingga tidak perlu bekerja lebih keras seperti sebelumnya. Nutrisi pun bisa langsung terserap dengan baik dan langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan laju pertumbuhannya.
2. Menurunkan FCR dan Menghemat Biaya Produksi
Penyerapan nutrisi yang maksimal berarti jumlah pakan yang dimakan akan semakin banyak, otomatis pakan yang terbuang ke dasar tambak akan sangat minim.
Kondisi ini tentu berpengaruh terhadap nilai nilai FCR (Feed Conversion Ratio). Semakin sedikit nilai FCR, berarti pakan tidak banyak terbuang karena diserap sepenuhnya oleh udang dan menjadi biomassa. Ini tentu akan meringankan beban produksi petambak, karena biaya yang dikeluarkan untuk pakan bisa dipangkas.
3. Menjaga Kualitas dan Stabilitas Air Tambak
Pakan yang tidak tercerna dengan baik, nutrisinya akan terbuang lewat kotoran dan mencemari dasar tambak. Nutrisi-nutrisi tersebut akan mengendap dan membentuk amonia yang beracun.
Dengan memfermentasi pakan, kotoran udang akan menjadi lebih sedikit dan kadar nutrisi di dalamnya akan sangat minim. Selain itu, probiotik yang digunakan dalam proses fermentasi pakan juga akan menempel pada feses udang.
Probiotik tersebut akan bekerja ganda sebagai bioremediasi untuk membantu proses pengurairan di dasar tambak, sehingga parameter kualitas air seperti DO (Dissolved Oxygen) dan pH tetap stabil.
4. Meningkatkan Imunitas Udang dari Penyakit
Pakan yang difermentasi tentu sangat kaya akan bakteri baik. Bakteri tersebut akan berkoloni di dalam usus udang sehingga tidak ada celah untuk bakteri patogen masuk dan menginfeksi udang. Dengan demikian, udang akan punya imunitas yang lebih baik, tidak gampang terinfeksi penyakit dan mengalami stres lingkungan.
5. Merangsang Nafsu Makan Udang
Fermentasi pakan yang dilakukan dengan prosedur yang tepat akan menghasilkan pakan dengan aroma yang khas. Aroma yang ditimbulkan ini bisa menjadi attractant alami yang sangat disukai oleh udang vaname, membuatnya lebih nafsu makan.
Baca Juga




Komentar