Suhu Dapat Menciptakan Sekat Tak Terlihat di Air Tambak
- Redaktur: Audri Rianto
- 4 Mei
- 2 menit membaca
Kualitas air dalam budidaya udang merupakan sesuatu yang vital, karena sangat menyangkut keberhasilan budidaya. Petambak yang bisa mempertahankan kualitas air tambaknya, maka kemungkinan suksesnya pasti lebih tinggi.
Kualitas air tambak yang baik adalah yang parameternya seragam di angka stabil secara menyeluruh di setiap titik tambak. Kestabilan kualitas air yang menyeluruh ini harus diusahakan supaya tidak menimbulkan sekat-sekat tidak terlihat.
Sekat tak terlihat yang terbentuk di kolom air ini disebut dengan stratifikasi dan parameter yang sering sekali membentuk stratifikasi adalah suhu.

Sumber: iaerator.com
Apa Itu Stratifikasi Suhu?
Stratifikasi suhu bisa diartikan secara sederhana merupakan lapisan-lapisan suhu yang terbentuk di dalam air tambak. Fenomena ini bisa terbentuk karena air punya massa jenis yang sering berubah mengikuti suhunya.
Contohnya, ketika siang hari matahari terik, air permukaan lebih intens terkena sinar matahari, maka suhunya akan lebih tinggi dan massa jenisnya lebih ringan, membuatnya terus mengapung di atas.
Sedangkan air dasar akan lebih dingin, karena jangkauan sinar matahari ke dasar biasanya lebih sulit. Massa jenis air dasar juga akan lebih berat dibandingkan dengan air permukaan. Jika tidak ada sirkulasi yang memadai, maka sekat antara keduanya ini bisa dirasakan oleh udang secara langsung dan itu bukanlah kondisi yang baik untuk mereka.
Dampak Buruk Sekat Air bagi Udang
Sekat yang tidak sengaja terbentuk karena perbedaan suhu antara air permukaan dan air dasar tambak ini dapat memberikan dampak buruk bagi udang. Apa sih dampak buruknya?
1. Defisit Oksigen
Saat suhu air permukaan tinggi, ini bisa mempengaruhi kemampuannya untuk mengikat oksigen. Suhu tinggi membuat molekul air bergerak lebih cepat, alhasil molekul oksigen tidak bisa bertahan lama di sana dan memilih lepas ke atmosfer.
Kondisi semacam ini akan membuat tambak mengalami defisit oksigen, artinya oksigen yang ada tidak bisa mencukupi kebutuhan populasi udang.
2. Akumulasi Gas Beracun
Karena oksigen yang ada di tambak sedikit, maka dekomposisi bahan organik di dasar tambak akan berlangsung tanpa oksigen yang cukup. Dekomposisi cenderung bersifat anaerob yang bisa menghasilkan gas beracun seperti amonia dan hidrogen sulfida.
3. Stres dan Penyakit
Udang sering melakukan aktifitas di dasar tambak, namun saat kondisi tambak tidak stabil seperti suhunya yang terlalu dingin, oksigennya rendah dan penuh gas beracun maka udang bisa mengalami stres kronis. Kemungkinan yang bisa terjadi adalah udang akan penyakitan dan yang terparah ialah udang akan mati massal.
Cara Mendeteksi Stratifikasi Suhu di Tambak
Untuk mendeteksi stratifikasi suhu di air tambak bisa dilakukan dengan rajin-rajin mengecek suhu air secara vertikal. Bandingkan suhu antara air permukaan dan air dasar tambak, jika perbedaannya lebih dari 2°C, maka bisa disimpulkan kalau stratifikasi sedang berlangsung.
Tanda lain yang gampang diamati ialah saat petambak melihat udang lebih sering berenang di permukaan pada waktu siang hari, itu artinya kondisi air di dasar tambak mengalami penurunan kualitas.
Baca Juga




Komentar