Paduan Mengonsumsi Ikan untuk Kesehatan Optimal
- Redaktur: Audri Rianto
- 3 jam yang lalu
- 2 menit membaca
Mengenai kebutuhan gizi, manusia memerlukan protein untuk bisa berkembang dengan baik, terutama bagi anak-anak. Untuk saat ini, ikan masih menjadi sumber protein hewani yang relatif mudah dijangkau.
Harganya tidak mahal, nutrisi yang terkandung di dalamnya juga lengkap, tidak hanya protein, ada juga vitamin dan mineral. Untuk itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tak henti-hentinya mengkampanyekan pada masyarakat untuk gemar makan ikan.

Sumber: astronauts.id
Selain merekomendasikan ikan sebagai bahan pangan utama, Kemenkes RI juga memberikan himbauan mengenai bagaimana cara makan ikan yang ideal, baik dari segi porsi maupun frekuensi.
Porsi dan Frekuensi Konsumsi Ikan yang Ideal
Selama ini pemerintah memerintahkan masyarakat untuk rutin makan ikan, namun masih banyak yang bertanya-tanya mengenai seberapa banyak ikan yang harus mereka konsumsi per harinya. Kemenkes memberikan pedoman konsumsi ikan agar kebutuhan nutrisi harian bisa terpenuhi dengan baik.
Untuk konsumsi harian, sebaiknya konsumsi ikan sebanyak 2 sampai 4 porsi dalam sehari. Per porsinya itu setara dengan satu potong ikan sedang dengan berat 80–160 gram.
Jika tidak memungkinkan untuk mengonsumsi ikan harian, pastikan frekuensi makan ikan dalam seminggu minimal lebih dari 3 kali dalam seminggu. Frekuensi tersebut dianggap sudah cukup untuk pemenuhan gizi.
Ikan umumnya mengandung omega-3 yang baik untuk kesehatan kardiovaskular. Untuk Anda yang ingin menjaga kesehatan kardiovaskular, terutama jantung maka konsumsi ikan minimal 175 gram per minggu. Porsi ini sudah terbukti secara medis bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner dengan optimal.
Memilih Jenis Ikan yang Tepat
Profil nutrisi setiap ikan tentu berbeda-beda, tergantung jenisnya. Untuk itu, sebagai konsumen Anda dituntut bijak dalam memilih jenis ikan yang akan dikonsumsi.
1. Pilihan Ekonomis dan Bergizi Tinggi
Banyak orang beranggapan untuk mendapatkan gizi maksimal, maka makanlah ikan yang harganya mahal. Anggapan itu tentu salah, karena ada ikan air tawar yang harganya murah namun kandungan gizinya tak kalah dengan ikan laut yang mahal.
Contohnya adalah ikan lele dan patin, dengan harganya yang relatif murah dan stabil, kandungan proteinnya cukup tinggi dan tidak kalah dari ikan laut.
2. Ikan Kaya Omega-3
Untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, sebaiknya pilih ikan yang mengandung asam lemak omega-3. Ikan yang mengandung omega-3 dengan harga yang relatif murah adalah ikan kembung, sarden, teri basah dan mujair.
3. Konsumsi Ikan Untuk Ibu Hamil dan Balita
Ibu hamil dan balita masuk ke dalam kelompok rentan yang tidak bisa sembarangan dalam mengonsumsi ikan. Untuk mendukung perkembangan otak janin dan mencegah stunting pada balita, maka sebaiknya konsumsi ikan yang kandungan merkurinya rendah, contohnya salmon, nila, lele dan kembung.
Sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi ikan predator ukuran besar, karena ikan seperti itu biasanya mengandung merkuri yang tinggi.
Baca Juga
