Sumber Amonia dalam Lingkungan Budidaya Udang dan Ikan
- Redaktur: Audri Rianto
- 13 menit yang lalu
- 2 menit membaca
Bagi pelaku usaha budidaya udang dan ikan, tentu sudah tidak asing dengan zat yang bernama amonia. Pembudidaya sudah tahu bahwa amonia sangat berbahaya, karena dapat membuat udang dan ikan mati jika tidak ditangani dengan segera.

Sejatinya, senyawa ini bisa terbentuk dan meracuni lingkungan budidaya diawali dari proses pengurairan bahan organik yang mengandung nitrogen. Penguraian ini biasanya terjadi di dasar kolam dan terjadi secara anaerob (tanpa oksigen), karena dasar kolam seringkali tidak terjangkau oksigen yang cukup.
Selain dari proses kemunculannya, pembudidaya juga harus tahu apa saja sumber dari amonia itu sendiri.
Sisa Pakan yang Tidak Termakan
Sumber utama dari amonia ialah pakan yang tersisa. Mengapa pakan tidak termakan semua? Penyebab utamanya adalah jumlah pakan yang diberikan melebihi kebutuhan komoditas.
Praktik overfeeding ini menyebabkan pengendapan bahan organik di dasar kolam. Sedimentasi ini kemudian mengalami penguraian oleh bakteri secara anaerob, dan produk sampingannya adalah amonia yang beracun.
Limbah Metabolisme Udang dan Ikan
Selain sisa pakan yang tidak termakan, amonia juga bisa terbentuk dari limbah metabolisme udang dan ikan itu sendiri. Kotoran dan urin yang dihasilkan organisme budidaya mengandung nitrogen dan ketika diuraikan oleh bakteri maka hasilnya adalah amonia.
Seberapa banyak limbah yang dihasilkan dari metabolisme udang dan ikan sangat bergantung pada padat tebar suatu kolam. Semakin tinggi padat tebarnya, maka kotoran yang dihasilkan juga semakin banyak dan risiko amonia yang terbentuk juga akan semakin tinggi.
Pembusukan Organisme Mati
Pada kolam budidaya, kematian organisme sudah pasti akan terjadi. Baik itu udang, ikan ataupun plankton yang mati di dalam kolam juga akan menjadi sumber terbentuknya amonia.
Bangkai ini juga akan mengalami dekomposisi dan menghasilkan amonia. Untuk itu, ketika ada udang ataupun ikan yang mati di kolam, sebaiknya segera dikeluarkan dari kolam agar tidak terjadi penurunan kualitas air.
Kualitas Air Masuk
Sebelum menggunakan air untuk membudidayakan udang atau ikan, Anda harus memastikan bahwa air dalam keadaan bersih dan tidak ada zat berbahaya di dalamnya.
Sebab, air yang didapat dari sumber yang salah, bisa saja telah mengalami pencemaran atau air mengandung bahan organik yang terlalu tinggi sehingga berpotensi meningkatkan kadar amonia dalam kolam. Lakukan pengolahan air sebelum digunakan, salah satu caranya ialah dengan menggunakan filter agar kotoran dalam air bisa tersaring.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa sumber amonia yang ada di kolam budidaya udang dan ikan paling sering disebabkan oleh sisa pakan, limbah metabolisme, pembusukan organisme dan kualitas air yang digunakan sebelum budidaya.
Untuk mengatasi itu semua, bisa dilakukan pengelolaan yang tepat, baik itu mengatur jumlah pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan, kontrol rutin untuk memantau organisme yang mati dan memfilter air sebelum digunakan. Pengelolaan yang baik akan menurunkan risiko kerugian dan membuat proses budidaya berjalan lebih optimal.
Baca Juga




Komentar