Waspada! Ikan Lele Bisa Menyerap Racun dari Air
- Redaktur: Audri Rianto
- 3 hari yang lalu
- 2 menit membaca
Lele termasuk ikan favorit di Indonesia, karena hampir setiap kalangan suka mengonsumsinya. Kesukaan masyarakat terhadapnya ditenggarai oleh rasa dagingnya yang gurih dengan teksturnya yang lembut. Apalagi, ikan ini cocok diolah jadi beragam masakan dan selalu pas disuguhkan di banyak acara.

Tidak hanya itu, ikan lele juga memiliki harga yang terjangkau dan ketersediaannya sangat melimpah di pasar.
Kandungan Gizi Lele
Selain rasanya enak dan harganya terjangkau, ternyata ikan lele juga kaya nutrisi. Dilansir dari Seafood Watch, kandungan lemak lele sangat rendah, hanya satu gram per porsinya serta mengandung asam lemak omega-3 seperti DHA dan EPA hingga 300 mg per porsi.
Dengan kandungan nutrisi yang hampir mirip salmon tersebut, lele sangat baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung, fungsi otak serta mengoptimalkan perkembangan anak. Dengan kandungan nutrisi tersebut, lele ternyata juga punya sisi gelap yang harus diwaspadai.
Akumulasi Zat Berbahaya
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research mengungkapkan bahwa ikan lele punya kemampuan untuk menyerap dan mengakumulasi zat berbahaya dari lingkungan hidupnya.
Kemampuan ini sangat berkaitan dengan kebiasaan lele yang cenderung hidup di dasar perairan, jadi racun dan polutan yang ada di air gampang menyerap ke dalam tubuhnya.
Zat berbahaya yang paling banyak ditemukan pada daging ikan lele adalah PCB (polychlorinated biphenyls) dan pestisida. Dengan beberapa logam berat seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), kadmium (Cd), kromium (Cr), dan seng (Zn).
Organ Paling Terkontaminasi
Untuk akumulasi zat-zat berbahaya tersebut, ditemukan paling tinggi di organ internal, seperti hati, ginjal dan usus ikan. Temuan ini didapat ketika melakukan studi di Sungai Paraopeba, Brazil yang cukup tercemar. Dengan begitu, risiko serupa juga bisa terjadi di Indonesia yang kebanyakan sungai dan danaunya sudah tercemar limbah, termasuk limbah industri dan rumah tangga.
Paparan logam berat yang terjadi dalam jangka panjang bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan, seperti gangguan saraf, masalah ginjal, kerusakan hati dan yang terparah terkena kanker. Kabar baiknya, risiko ini bisa diturunkan jika lele dipelihara dengan baik dalam kolam yang terkontrol kebersihannya.
Memilih Lele yang Sehat
Sebelum membeli lele, ada baiknya Anda memastikan bahwa lele dipelihara dalam lingkungan terkontrol, dengan pakan berkualitas serta air yang bersih, agar kadar polutan yang terserap ikan jauh lebih rendah.
Saat membersihkan lele, pastikan bahwa organ dalamnya sudah dibuang semuanya serta dicuci sampai benar-benar bersih. Memasaknya juga harus benar-benar matang sempurna, agar zat berbahaya yang ada bisa hilang.
Terakhir, jangan terlalu sering makan lele dan sebaiknya variasikan dengan ikan lain, seperti nila, patin atau ikan-ikan laut untuk mendapatkan nutrisi yang berimbang.
Penutup
Ikan lele tetap jadi pilihan sehat dan ekonomis bagi masyarakat Indonesia, asal sumbernya terpercaya, sehingga kita bisa menikmati lele tanpa khawatir.
Baca Juga




Komentar