top of page

Lumut pada Tambak Udang Apakah Tanda Suatu Masalah? Ini Penjelasannya

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 18 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Budidaya udang yang berhasil atau tidak sangat ditentukan oleh kualitas airnya. Air tambak yang sehat akan terlihat berwarna hijau kecokelatan serta tidak ada kotoran di dalamnya. Namun, ada kalanya tambak udang ditumbuhi oleh lumut.


Sumber: gdm.id

 

Biasanya, petambak akan risau ketika tahu ada lumut yang tumbuh di dalam tambaknya. Padahal, lumut tidak selalu membuat masalah terhadap udang vaname. Bahkan, lumut terkadang memiliki manfaat bagi tambak.

 

Kemunculan Lumut dalam Tambak

Lumut pada dasarnya merupakan alga, dan alga sudah biasa tumbuh di dalam tambak udang. Dipengaruhi oleh faktor lingkungan, lumut bisa tumbuh tidak terkendali. Faktor lingkungan yang paling berpengaruh adalah kecerahan air.

 

Air tambak yang terlalu cerah akan mudah ditembus cahaya matahari. Intensitas cahaya yang tinggi merangsang lumut melakukan fotosintesis dan semakin berkembang. Kondisi bisa semakin buruk ketika banyak nutrien dalam air yang berasal dari feses udang dan sisa pakan. Nutrien yang berlebih ini akan dimanfaatkan lumut untuk terus tumbuh.

 

Jenis Lumut dan Potensi Bahayanya

Pada tambak udang, lumut yang paling sering tumbuh adalah lumut sutra (Chaetomorpha sp.) dan lumut perut ayam (Enteromorpha intestinalis). Dari tampilan fisiknya, kedua jelas berbeda. Lumut sutra punya bentuk yang panjang dan lurus, sedangkan lumut perut ayam teksturnya lebih halus.

 

Ketika jumlahnya tidak terkendali, keduanya bisa menutupi permukaan air tambak dan mengganggu aktifitas udang, terutama dalam hal mendapatkan oksigen. Lumut yang tidak terkendali  dapat menurunkan kualitas air tambak, karena saat terjadi kematian massal, bangkai lumut akan mengalami dekomposisi dan memicu gas hidrogen sulfida.

 

Ciri Lumut yang Membahayakan Tambak

Keberadaan lumut di dalam tambak sebenarnya tidak membahayakan udang, asal jumlahnya masih terkendali. Lumut tambak yang masih dalam kategori aman memiliki ciri seperti:

 

Warna hijaunya terlihat cerah, tidak pekat. Jumlahnya juga tidak banyak sampai menutupi permukaan air, tidak berlendir dan juga tidak berbau.

 

Jika lumut sudah mulai berubah warna dan bentuknya seperti lapisan yang terbentuk terlihat tebal sampai menutupi permukaan air, mulai berubah menjadi cokelat tua dan menghasilkan bau yang menyengat, maka itu sudah menjadi pertanda adanya masalah.

 

Lumut yang jumlah sudah terlalu banyak bahkan tidak terkendali biasanya akan menjadi media bagi protozoa pembawa penyakit untuk tumbuh. Protozoa yang dimaksud adalah zoothamnium dan epistylis, keduanya bisa masuk ke dalam insang udang dan membuatnya sulit bernapas hingga kekurangan oksigen.

 

Pencegahan

Keberadaan lumut memang tidak bisa dihindari, namun sebaiknya lakukan pencegahan sejak dini demi mengontrol kadar lumut dalam tambak. Paling utama ialah menjaga kecerahan air, jangan sampai air terlalu jernih karena bisa merangsang lumut tumbuh lebih cepat.

 

Pastikan juga kadar nutrien dalam air tidak berlebihan, caranya dengan menjaga asupan pakan untuk tetap pada porsi yang sesuai. Jangan sampai pakan yang diberikan banyak terbuang. Jika kedua faktor tersebut sudah diperhatikan dengan baik, maka keberadaan lumut dalam tambak akan terus terkendali.



Baca Juga

Komentar


bottom of page